waspadai “Blank Medical Records”: Tampak Sehat Ternyata Bisa Fatal Saat Terkena Covid19

wp-1583202102349.jpg“Blank Medical Records”: Tampak Sehat Ternyata Bisa Fatal Saat Terkena Covid19

dr Widodo Judarwanto

Saat ini kampanye yang dilakukan oleh pejabat, klinisi, media masa dan media sosial banyak menyebutkan bahwa tidak perlu kawatir tertular. Jangan kawatir 80% gangguannnya ringan, kasus meninggal hanya orang tua, penyakit diabetes,  penyakit jantung atau hipertensi, yang lain ringan. Ternyata orang muda, tidak merokok, atau tidak punya riwayat sakit kencing manis dan hipertensi juga bisa mengalami gejala berat. Buktinya, nynew.com https://nypost.com/…/coronavirus-doctor-says-lung-scans-fo…/ Ignace Demeyer, seorang dokter Belgia yang bekerja di sebuah rumah sakit di Aalst banyak pasien covid19 usia muda, tidak merokok, tidak diabetes, tidak hipertensi, tidak punya riwayat sakit jantung atau “blank medical records” menunjukkan hasil CT Scan paru paru yang sangat parah. Ada banyak faktor yang tidak bisa diprediksi tentang virus covid ini. Ternyata banyak prediksi para ahli yang salah dan meleset tentang uniknya covid19 ini. Mengapa hal itu terjadi ? Karena selama ini yang dianggap kekebalan tubuh menurun hanya diabetes, hipertensi dan lansia. Ternyata individu yang pernah mempunyai riwayat sakit flu  berulang, tonsilitis (amandel), OMA atau pnemonia juga mempunyai kekebalan tubuh menurun yang tidak pernah tercatat sebagai masalah kesehatan. Dan penderita seperti ini dianggap baik baik saja karena tidak mempunyai riwayat catatan sakit yang berat atau “blank medical records”

Bukan berarti bahwa kampanye hidup sehat untuk olahraga, tidak merokok, minum vitamin, makanan bergizi dan istirahat cukup sesuatu yang salah. Bukan berarti kampanye wabah yang mengatakan bahwa 80% penyakit ini ringan tidak benar. Ternyata meski semua hal baik bagi sistem imun dan kesehatan telah dilakukan ternyata masih saja infeksi Covid19 masih bisa mengancam manusia. Ternyata virus ganas ini bisa mengancam usia muda, tidak merokok dan tanpa penyakit diabetes dan hipertensi. Justru kampanye berlebihan tersebut kadangkala malah membuat masyarakat dan pemerintah meremehkan cepatnya penyebaran wabah ini.

Anak muda, tidak diabet, tidak merokok dan bukan hipertensi dan diabetes tapi CT Scan Parunya parah.

  • Ignace Demeyer, seorang dokter Belgia yang bekerja di sebuah rumah sakit di Aalst, telah merawat banyak pasien muda yang sakit parah – dalam pemindaian paru-paru dengan pemeriksaan CT Scan. Ignace Demeyer, mengatakan semakin banyak orang yang berusia antara 30 dan 50 tahun mengalami gejala yang parah, meskipun memiliki  “blank medical records” (“catatan medis kosong”) atau “riwayat kesehatan tidak mengalami penyakit berat” yang tidak menunjukkan kondisi  yang membuat mereka beresiko tinggi.

  • Brussels Times melaporkan, Demeyer kepada penyiar VRT Belgia  mengatakan CT scan mengindikasikan penderita menderita kerusakan paru-paru parah. “Gambar yang kami ambil kemarin sangat menakutkan,” kata dokter itu kepada stasiun televisi itu. “Mereka adalah orang yang tidak merokok, yang tidak memiliki kondisi lain seperti diabetes atau gagal jantung,” tambah Demeyer.

Mengapa ini semua terjadi karena virus covid19 adalah virus baru yang belum banyak dipahami dunia kedokteran. Bahkan Dr. Michael Ryan, Executive Director WHO Health Emergencies Programme (Feb. 17, 2020) Semua prediksi penting. Kebanyakan prediksi salah. Dan saya pikir kita harus berhati-hati dengan itu.

“Blank Medical Records”

“Blank Medical Records” adalah kondisi saat seseorang tidak mempunyai riwayat kesehatan buruk atau tidak memupyai riwayat penyakit berat tetapi ternyata mempunyai msalah kesehatan atau kekebalan tubuh buruk. Dalam kondisi individu “blank medical records” inilah yang sering mengecoh klinisi atau masyarakat. Ternyata kondisi tersebut dilaporkan bila terkena infkesi covid19 bisa menjadi berat. Mengapa hal itu terjadi ?

Banyak faktor yang mengakibatkan hal tersebut. Bisa karena faktor kondisi tubuh saat itu sangat buruk atau mengalami kelelhan yang berebihan atau saat status kekebalan tubuh tidak bagus yang tidak terdeteksi. Banyak klinisi dan masyarakat yang tidak menyadari bahwa riwayat kesehatan kondisi tertentu ternyata petunjuk kalau kekebelan tubuh anda ternyata tidak bagus.

Ternyata penyebab daya tahan tubuh yang tidak optimal ini sering terjadi pada orang dengan saluran cerna yang sensitif. Biasanya hal ini terjadi pada penderita hipersensitf saluran cerna seperti GER, IBS, Dispepsia, Maag atau orang awam membahasakanya dengan penyakit asam lambung atau telat makan.  Hal ini seringkali diabaikan dan tidak menjadi perhatian para klinisi. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar atau sekitar 70% mekanisme pertahanan tubuh terbentuk dalam saluran cerna. Biasanya hal ini sering terjadi pada penderita alergi, asma dan sensitif pencernaan. Saat  penderita dilakukan eliminasi provokasi makanan pencernaan membaik ternyata daya tahan tubuhnya juga membaik sehingga anak lebih jarang sakit.

wp-1583888429924.jpg

Baca: Ajaran Nabi 1400 Tahun Yang lalu Terbukti. Kekebalan Tubuh, Saluran Cerna dan Virus Corona

10 Kondisi Kelihatan Sehat “Blank Medical Records” Tetapi Faktanya Kekebalan Tubuh Tidak Bagus dan Beresiko Mudah Tertular Virus Corona dan Virus lainnya

  1. Pernah mengalami riwayat sering dirawat di Rumah Sakit. Riwayat sering dirawat di Rumah Sakit dalam usia < 1 tahun dirawat 3 kali pertahun, usia 1-5 tahun mengalami 4 kali pertahun, anak usia 5-12 tahun mengalami 3 kali pertahun dan anak usia 13-16 tahun atau dewasa mengalami lebih 1 kali pertahun.
  2. Pernah mengalami infeksi virus yang berulang hilang timbul berkepanjangan berupa sering batuk, asma, pilek, nyeri tenggorokan, suara parau. Gangguan infeksi virus yang berulang hilang timbul berkepanjangan berupa sering batuk, asma, pilek, nyeri tenggorokan, suara parau, mudah lemas, badan sering ngilu atau pegal atau mudah badan teraba hangat atau meriang dan kadang demam. Berbagai gejala itu sering sulit dibedakan dengan gangguan alergi padahal lebih sering terinfeksi virus.  Pernah mengalami riwayat mudah mengalami infeksi virus batuk, pilek, sesak dan nyeri tenggorokan berulang pada anak usia < 1 tahun  mengalami infeksi lebih dari 10 kali pertahun, usia 1-5 tahun mengalami lebih dari 12 kali pertahun, anak usia 5-12 tahun mengalami lebih dari 8 kali pertahun dan anak usia 13-16 tahun dan dewasa mengalami lebih dari 6-7 kali pertahun. Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi dan sulit dibedakan dengan gangguan alergi karena dokter juga sering terkecok gangguan flu berulang dianggap sebagai alergi. Kondisi seperti ini biasa mempunyai kecenderungan mudah terkena infkesi flu atau virus berulang menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun
  3. Pernah mengalami nyeri telinga saat batuk atau pilek, infeksi telinga, atau Otitis media Akut (bahasa awam penyakit congek telinga). Kondisi seperti ini biasa mempunyai kecenderungan mudah terkena infkesi flu atau virus berulang batuk dan pilek. Hal ini bisa menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun
  4. Pernah mengalami pembesaran amandel atau tonsilitis akut atau kronis atau sinusitis. Penderita yang mengalami tonsillitis atau sinusitis hampir semuanya sebelumnya sering mengalami batuk dan pilek berulang.
  5. Pernah mengalami pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala bagian belakang. Kondisi seperti ini biasa mempunyai kecenderungan mudah terkena infkesi flu atau virus berulang menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun
  6. Pernah mengalami infeksi berat seperti pnemonia. Riwayat terkena infeksi pnemonia biasa terjadi pada penderit yang mempunyai riwayat sering terkena infeksi batuk atau pilek hilang timbul berkepanjangan. Kondisi seperti ini menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun.
  7. Pernah mengalami overdiagnosis TBC padahal tidak mengalami infeksi tersebut. Gangguan alergi, batuk berkepanjangan, Berat badan sulit naik dan terkena penyakit infeksi virus berulang gejalanya mirip TBC. Bila tidak cermat sulit dibedakan dengan berbagai infeksi yang lain terutama infeksi virus yang berulang hilang timbul. Riwayat kesehatan seperti ini biasa mempunyai kecenderungan mudah terkena infeksi flu atau virus berulang menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun
  8. Pernah mengalami riwayat sering mendapatkan overtreatment atau pemberian antibiotika yang berlebihan terlalu sering, Bila seseorang mengalami riwayat pemberian antibiotika berulang biasanya mengalami infeksi virus berulang. Padahal sebagian besar infeksi yang terjadi adalah infeksi virus yang seharusnya tanpa pemberian antibiotika sembuh sendiri. Kondisi seperti ini biasa mempunyai kecenderungan mudah terkena infeksi flu atau virus berulang menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun
  9. Pernah mengalami riwayat overtreatment penyakit Tifus atau sering menunjukkan hasil laboratorium positif tifus. Karena bila terjadi infeksi virus saat diperiksa tes widal nilainya tinggi padahal belum tentu terkena tifus. Sehingga beberapa penderita sering mengaku mudah terkena penyakit tifus padahal bukan karena infeksi tifus tetapi ternyata infeksi virus biasa yang berulang. Riwayat kesehatan seperti ini biasa mempunyai kecenderungan mudah terkena infkesi flu atau virus berulang bisa saja menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun atau tidak stabil
  10. Pernah mempunyai riwayat pemeriksaan lekosit tinggi sekali di atas 20.000 103/µl. Bila sakit flu atau infeksi virus berulang dalam waktu berdekatan hilang timbul bila berkepanjangan akan terjadi infeksi yang berat sehingga terjadi demam tinggi gambaran lekosit tinggi dalam darah biasanya di atas lekosit hasilnya lebih dari 20.000 103/µl . Kondisi seperti ini biasa mempunyai kecenderungan mudah terkena infeksi flu atau virus berulang  dan bisa menjadi petunjuk kekebalan tubuh menurun.

Bagimana Sikap Kita

  • Jangan meremehkan dan dan jangan terlalu terpengaruh berlebihan kampanye bahwa Covid19 tidak berbahaya, seperti flu biasa, akan sembuh sendiri dan sebagian besar ringan. Karena hal ini membuat kewaspadaan kita berkurang. Padahal ternyata bisa mengancam nyawa penderita yang selama ini dianggap sehat.
  • Kenali tanda tanda anda mengalami “Blank Medical Records” padahal kekebalan tubuh tidak optimal atau sering sakit tetapi sering tidak diperhatikan oleh penderita atau klinisi. Biasanya hal ini terjadi pada penderita hipersensitf atau alergi saluran cerna seperti GER, IBS, Dispepsia, Maag atau orang awam membahasakanya dengan penyakit asam lambung atau telat makan. Saat itu terjadi maka segera berkonsultasi ke dokter. Banyak kasus diberi pengobatan saluran cerna tetapi gangguan itu selalu hilang timbul. Ternyata saat diperhatikan saat menghindari makanan yang beresiko gangguan tersebut cepat membaik.
  • Tetap terus jaga imunitas tubuh dengan berbagai advis yang ada di media dan media sosial
  • Tetap jaga kebersihan diri sendiri dengan cuci tangan
  • Pakai masker karena saat ini kampanye pakai masker bagi orang sehat mungkin tak berlaku lagi karena di daerah wabah semua bisa dicurigai sebagai pembawa infeksi. Saat ini kita semua tidak tahu siapa yang terinfeksi di antara kita karena sebagian besar terinfeksi tetapi tanpa gejala.
  • Tetap menghindari keramaian, keluar rumah atau Social Distancing. Bila pemerintah tidak melakukan Lock Down kita harus memberlakukan diri sendiri Lock Down bagi diri kita dan keluarga kita demi keselamatan dan kesehatan bersama.

Referensi :

wp-1583202102285.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s