Penggunaan Amoksisilin Pada Anak

Penggunaan Amoksisilin Pada Anak

Amoksisilin merupakan antibiotik yang digunakan dalam pengobatan berbagai infeksi bakteri. Obat ini merupakan lini pertama untuk pengobatan infeksi telinga tengah. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati faringitis streptokokus, pneumonia, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih. Obat ini diberikan secara per oral. Efek samping yang umum terjadi antara lain mual dan ruam. Amoksisilin juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur. Ketika digunakan bersamaan dengan Asam klavulanat akan memiliki efek samping diare. Amoksisilin tidak boleh digunakan kepada orang yang alergi terhadap penisilin. Amoksisilin dapat digunakan pada pasien dengan masalah ginjal, hanya saja dosisnya perlu diturunkan. Amoksisilin dapat digunakan kehamilan dan menyusui.

Amoksisilin mulai dipasarkan pada tahun 1972. Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat yang perlu ada dalam sistem kesehatan mendasar. Obat ini merupakan salah satu antibiotik yang paling sering diresepkan pada anak-anak. Amoksisilin tersedia dalam bentuk obat generik. Amoksisilin dijual di negara berkembang dengan harga antara 0,02 dan 0,05 USD per tablet. Di Amerika Serikat, pengobatan selama sepuluh hari dengan Amoksisilin membutuhkan biaya sekitar 16 USD.

Amoxicillin adalah salah satu jenis antibiotik golongan penisilin yang digunakan untuk mengatasi infeksi berbagai jenis bakteri, seperti infeksi pada saluran pernapasan, saluran kemih, dan telinga. Amoxicillin hanya berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri dan tidak bisa mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus, misalnya flu. Obat ini membunuh bakteri dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri.

Merek dagang: Amoxsan, Arcamox, Kalmoxillin, Laprimox, Mokbios, Opimox, Pehamoxil, Solpenox, Widecillin

Tentang Amoxicillin

Golongan penisilin
Kategori  Obat resep
Manfaat  Mengatasi infeksi akibat bakteri, terutama pada gigi, saluran  kemih, telinga, hidung, tenggorokan, saluran pernapasan,  saluran pencernaan, dan kelamin (misalnya gonore).
Digunakan oleh  Dewasa dan anak-anak
Bentuk  Kapsul, tablet, sirup, sirup kering, suntik

Penggunaan medis

Amoksisilin digunakan dalam pengobatan berbagai infeksi, seperti radang telinga tengah akut, faringitis streptokokus, pneumonia, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella, penyakit Lyme, dan infeksi chlamydia.

  • Infeksi saluran pernapasan. Amoksisilin dan amoksisilin-klavulanat telah direkomendasikan sebagai obat pilihan untuk sinusitis yang disebabkan oleh bakteri, tetapi sinusitis lebih banyak disebabkan oleh virus, sehingga amoksisilin dan amoksisilin-klavulanat tidak efektif, dan manfaat kecil yang didapat pada terapi dengan amoksisilin mungkin tidak sebanding dengan efek obat tidak diinginkan yang banyak. Amoksisilin direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk pneumonia pada orang dewasa oleh National Institute for Health and Care Excellence, dalam bentuk tunggal (untuk pneumonia ringan sampai sedang) atau dalam bentuk kombinasi dengan makrolida. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan amoksisilin sebagai pengobatan lini pertama untuk radang paru-paru yang tidak terlalu parah.
  • Infeksi kulit. Amoksisilin cukup sering digunakan untuk pengobatan infeksi kulit, seperti jerawat. Obat ini cukup efektif untuk mengobati jerawat ketika tidak mempan diberikan antibiotik lainnya seperti doksisiklin dan minosiklin.
  • Infeksi pada bayi dengan keterbatasan tertentu. Amoksisilin direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk pengobatan pneumonia pada bayi ketika orang tua tidak mampu atau tidak mau membawa bayi ke rawat inap. Amoksisilin dengan kombinasi gentamisin direkomendasikan untuk pengobatan infeksi parah pada bayi ketika tidak mampu untuk dirawat inap.
  • Pencegahan endokarditis yang disebabkan bakteri. Amoksisilin juga digunakan untuk mencegah endokarditis yang disebabkan bakteri pada pasien perawatan gigi dengan risiko tinggi, digunakan untuk mencegah Streptococcus pneumoniae dan bakteri lainnya pada pasien yang telah menjalani pengangkatan limpa, seperti pasien dengan anemia sel sabit, dan digunakan untuk pencegahan dan pengobatan antraksKementerian Kesehatan Britania Raya merekomendasikan penggunaan amoksisilin untuk terapi profilaksis endokarditis yang menulat. Rekomendasi ini tidak terlihat telah menurunkan tingkat infeksi untuk endokarditis yang menular.

Peringatan:

  • Berhati-hatilah jika Anda alergi terhadap obat, seperti penisilin atau bahan tertentu.
  • Jika Anda akan menjalani vaksinasi apa pun, pastikan memberi tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi amoxicillin karena obat ini dapat menghambat kerja vaksin, terutama vaksin tifoid.
  • Jika Anda sedang mengonsumsi pil kontrasepsi dan mengalami muntah-muntah akibat amoxicillin, gunakan alat pengaman tambahan seperti kondom.
  • Kosultasikan pada dokter jika menderita gangguan ginjal atau dicurigai menderita demam kelenjar (glandular fever).
  • Beri tahu dokter jika mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen atau herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Menggunakan Amoxicillin dengan Benar

  • Bacalah petunjuk pada bungkus obat dan ikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi amoxicillin. Jangan mengubah dosis amoxicillin kecuali disarankan oleh dokter.
  • Amoxicillin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Pastikan Anda menghabiskan dosis dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali infeksi. Jika infeksi masih belum sembuh setelah mengonsumsi semua dosis yang diresepkan, kembali temui dokter.
  • Jika tidak sengaja melewatkan dosis amoxicillin, segera minum jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis.
  • Pada beberapa pasien anak-anak, konsumsi obat ini dapat mengakibatkan perubahan warna gigi menjadi kuning, coklat, atau abu-abu. Berkonsultasilah dengan dokter gigi untuk mencegah dan mengatasi perubahan warna gigi.

Interaksi Obat

Berhati-hati saat mengonsumsi amoxicillin dengan:

  • Antikoagulan (pengencer darah). Amoxicillin dapat meningkatkan efek obat pengencer darah, sehingga berpotensi menyebabkan perdarahan.
  • Allopurinol, meningkatkan risiko alergi terhadap amoxicillin.
  • Probenecid, meningkatkan kadar amoxicillin dalam darah.
  • Antibiotik chloramphenicol, macrolides, sulfonamide, dan tetracycline, karena dapat mempengaruhi efek amoxicillin dalam membunuh bakteri.
  • Pil KB (kontrasepsi oral). Amoxicillin akan menurunkan efektivitas pil KB.

1557811047176.jpg

Efek Samping dan Bahaya Amoxicillin

Efek yang tidak diinginkan

  • Efek yang tidak diinginkan dari amoksisilin serupa dengan antibiotik β-laktam lainnya, seperti mual, muntah, ruam, dan kolitis karena antibiotik. Diare juga mungkin terjadi. Efek lainnya yang lebih jarang terjadi antara lain insomnia, kebingungan, kecemasan, dan sensitivitas pada cahaya dan suara. Perawatan medis segera diperlukan jika terdapat tanda-tanda terjadinya efek ini..
  • Terjadinya reaksi alergi terhadap amoksisilin dapat terjadi secara tiba-tiba dan intens; tindakan medis harus dilakukan sesegera mungkin. Fase awal dari reaksi tidak diinginkan tersebut biasanya dimulai dari perubahan kondisi mental, ruam kulit dengan gatal yang intens, dan demam, mual, dan muntah. Gejala yang tampak bahkan yang tidak mencurigakan harus ditangani dengan serius. Namun, untuk gejala alergi yang lebih ringan, seperti ruam, bisa terjadi pada saat selama pengobatan, bahkan sampai seminggu setelah pengobatan dihentikan. Untuk beberapa orang yang alergi terhadap amoksisilin, efek samping dapat berakibat fatal karena anafilaksis.
  • Penggunaan kombinasi amoksisilin/asam klavulanat lebih dari satu minggu dapat menyebabkan hepatitis ringan terhadap beberapa pasien. Anak-anak yang mengonsumsi amoksisilin berlebihan menunjukkan gejala letargi, muntah, dan disfungsi ginjal

Walau jarang terjadi, amoxicillin dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual dan muntah
  • Mengalami diare
  • Sakit kepala
  • Ruam

Segera hentikan penggunaan amoxicillin lalu temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat apabila timbul ruam, pembengkakan pada wajah atau mulut, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi obat ini. Gejala tersebut menandakan adanya alergi terhadap obat

 

1558105902755.jpgwp-1558109408915..jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s