Ondansentron, Obat Pilihan Untuk Gangguan Muntah Pada Anak

1558105902755.jpgOndansetron (INN), aslinya dipasarkan di bawah merek Zofran, adalah sebuah serotonin 5-HT3 receptor antagonist yang digunakan untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi kanker, terapi radiasi dan pembedahan. Obat ini juga digunakan untuk menangani gastroenteritis Efeknya kecil untuk muntah yang disebabkan karena mabuk gerak. Dapat diberikan melalui mulut, injeksi ke otot atau ke vena.

Ondansetron yang mulai dipasarkan tahun 2007 dalam bentuk sediaan injeksi 4mg/2 ml dan 8 mg/4ml dikategorikan sebagai produk baru Indofarma (INAF). Padahal jika kita bandingkan Ondansetron INAF dengan produk lain dengan komposisi yang sama telah hadir di pasar farmasi sejak awal tahun 2000-an, sehingga sebenarnya Ondansetron INAF bukan merupakan produk baru di pasar farmasi.  Ondansetron termasuk mee-to (copy produk) generik pertama di Indonesia, dan pada bulan Agustus ini telah dilengkapi dengan sediaan tablet 4 mg dan 8 mg.

Ondansetron adalah obat yang digunakan untuk mencegah serta mengobati mual dan muntah yang disebabkan oleh efek samping kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Terjadinya mual dan muntah disebabkan oleh senyawa alami tubuh yang bernama serotonin. Jumlah serotonin dalam tubuh akan meningkat ketika kita menjalani kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Seretonin akan bereaksi terhadap reseptor 5HT3 yang berada di usus kecil dan otak, dan membuat kita merasa mual. Ondansetron akan menghambat serotonin bereaksi pada reseptor 5HT3 sehingga membuat kita tidak mual dan berhenti muntah.

Merek dagang: 

  • Vomceran, Tronadex, Ondavell, Fudanton, Lametic, Narfoz, Odanostin/Odanostin Forte, ODR, Ondarin, Vometraz, Onetic 4/Onetic 8, Trovensis, Vometron, Mefoz, Onetic

Ondansetron termasuk kelompok obat Antagonis serotonin 5-HT3, yang bekerja dengan menghambat secara selektif serotonin 5-hydroxytriptamine (5HT3) berikatan pada reseptornya yang ada di CTZ (chemoreseceptor trigger zone) dan di saluran cerna.

Serotonin 5-hydroxytriptamine (5HT3) merupakan zat yang akan dilepaskan jika terdapat toksin dalam saluran cerna, berikatan dengan reseptornya dan akan merangsang saraf vagus menyampaikan rangsangan ke CTZ dan pusat muntah dan kemudian terjadi mual dan muntah.

Keunggulan Ondansetron dibandingkan dengan obat anti mual dan muntah yang lain adalah:

  • Sangat efektif mengatasi mual dan muntah yang hebat
  • Relatif lebih aman karena tidak menimbulkan reaksi ekstrapyramidal,
  • Relatif aman digunakan untuk anak dan kasus hyperemesis gravidarum pada ibu hamil.
  • Mempercepat pengosongan lambung

Peringatan:

  • Jika muncul rasa sakit atau pembengkakan pada bagian perut, segera temui dokter. Kemungkinan hal tersebut merupakan gejala gangguan pencernaan serius.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan pencernaan, konstipasi, gangguan hati, dan penyakit jantung dalam mengonsumsi obat ini.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Indikasi dan Dosis 

Dosis penggunaan ondansetron berbeda-beda, tergantung kepada setiap bentuk obat yang diberikan kepada pasien serta jenis penyakit yang dideritanya. Dosis penggunaan ondansetron oral dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Kebutuhan Dosis
Pencegahan mual dan muntah sedang  yang diakibatkan kemoterapi. (emetogenic sedang)  

Anak-anak 4-11 tahun: 4 mg yang diminum 30 menit sebelum kemoterapi, kemudian diulangi 4 dan 8 jam pasca kemoterapi. Setelah itu, diminum sebanyak 4 mg 2-3 kali sehari selama 1-2 hari pasca kemoterapi.

Selain diberikan melalui jalur oral (diminum), ondansetron juga dapat diberikan kepada pasien melalui jalur parenteral (suntik dan infus). Dosis ondansetron yang diberikan melalui jalur parenteral baik, intravena maupun intramuskular, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Profilaksis mual dan muntah yang diakibatkan kemoterapi Anak-anak di atas 6 bulan: 

  • Diberikan melalui jalur intravena sebesar 0,15 mg/kg dengan dosis maksimum 16 mg tiap pemberian. Ondansetron intravena diberikan 30 menit sebelum kemoterapi melalui infus selama 15 menit. Dosis diulangi 2 kali tiap 4 jam pasca kemoterapi
Meredakan mual dan muntah yang disebabkan kemoterapi (emetogenik tinggi) Anak-anak di atas 6 bulan:

  • 0,15 mg/kg yang diberikan melalui infus intravena selama 30 menit sebelum dilakukan kemoterapi. Dosis diulangi 4-8 jam pasca kemoterapi.

Ondansetron juga dapat diberikan dalam bentuk supositoria melalui dubur dengan tujuan meredakan dan mencegah mual dan muntah yang terkait dengan kemoterapi kanker. Dosis ondansetron yang diberikan untuk pencegahan mual dan muntah adalah 16 mg 1-2 jam sebelum kemoterapi. Ondansetron juga dapat diberikan pasca kemoterapi untuk menghindari efek mual dan muntah yang muncul belakangan, dengan dosis 16 mg, maksimal hingga 5 hari pasca kemoterapi.

Menggunakan Ondansetron dengan Benar

  • Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi ondansetron. Beritahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain karena beberapa obat-obatan bisa saling memengaruhi.
  • Untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah akibat kemoterapi dan radioterapi, dokter akan meresepkan obat ini kurang lebih satu jam sebelum terapi dilakukan. Setelah itu, Anda perlu melanjutkan penggunaan ondansteron selama beberapa hari setelahnya sesuai dengan resep dokter.
  • Untuk mengatasi mual dan muntah pascaoperasi, Anda akan diresepkan obat ini kurang lebih satu jam sebelum pelaksanaan operasi. Obat ini akan bereaksi satu hingga dua jam setelah dikonsumsi.
  • Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Biasanya dokter akan melarang makan sebelum kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Ondansetron bukan jenis obat yang dikunyah atau ditelan seperti tablet lainnya, melainkan larut di permukaan lidah. Bersihkan dan keringkan tangan Anda sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Bagi pasien yang lupa mengonsumsi ondansetron, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat Lain dengan Ondansetron

Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan ondansetron adalah:

  • Tramadol. Ondansetron dapat mengurangi efek pereda nyeri (analgetik) dari tramadol.
  • Rifampicin dan obat golongan perangsang CYP3A4 lainnya; dapat menurunkan efek dan kadar ondansetron.
  • Obat-obatan yang dapat memperpanjang jarak QT, misalnya obat antiaritmia; menambah efek perpanjangan interval QT pada irama jantung.
  • Obat kardiotoksik, seperti anthrasiklin; dapat meningkatkan risiko aritmia.
  • Apomorfin; efek hipotensi dari apomorfin dapat meningkat, dan berpotensi menyebabkan kematian.

Efek Samping dan 

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Meski ondansetron memiliki manfaat yang baik kepada tubuh, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi adalah:

  • Sakit kepala dan pusing.
  • Mudah mengantuk.
  • Kepanasan.
  • Pusing ketika berdiri.
  • Mudah lelah.
  • Konstipasi.
  • Sakit perut.

Jika efek samping terjadi secara berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan ondansetron, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Tanda-tanda terjadinya overdosis akibat ondansetron adalah sebagai berikut:

  • Konstipasi berat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Hipotensi.

wp-1558107017621..jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s