Omeprazole, Obat Pilihan Untuk Saluran Cerna Anak

1558105902755.jpgOmeprazole adalah obat yang mampu menurunkan kadar asam yang diproduksi di dalam lambung.  Obat golongan pompa proton ini digunakan untuk mengobati beberapa kondisi, yaitu nyeri ulu hati, gastroesophageal reflux disease (GERD), dan tukak lambung akibat infeksi bakteri H. pylori. Selain itu, omeprazole juga dapat digunakan untuk mengobati sindrom Zollinger-Ellison.

Omeprazole adalah obat untuk mengatasi masalah perut dan kerongkongan yang diakibatkan oleh asam lambung. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan kadar asam yang diproduksi perut. Omeprazole juga dapat meringankan gejala panas perut, kesulitan menelan, dan batuk yang tak kunjung hilang. Fungsi lainnya adalah membantu menyembuhkan kerusakan asam di perut dan kerongkongan, membantu mencegah luka lambung, dan dapat juga mencegah kanker kerongkongan. Omeprazole tergolong dalam obat golongan proton pump inhibitors (PPIs).

Merek Dagang:

  • Conprazole, Inhipump, Lokev, Omed, Prilos, Pumpitor / Pumpitor DI, Rindopump, Zepral, Zollocid, Gatrofer, Lanacer, Meisec, Ozid / Ozid IV, Promezol, Redusec, Ulpraz, Zolacap.

Tentang Omeprazole

Golongan Penghambat pompa proton
Kategoti Obat resep
Manfaat Mengurangi produksi asam lambung, mencegah dan mengobati gangguan pencernaan atau nyeri ulu hati, tukak lambung, sindrom Zollinger-Ellison, GERD, dan infeksi H. Pylori, serta mengurangi produksi asam lambung selama operasi.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin, namun belum ada studi terkontrol terhadap wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk obat Tablet, kapsul, obat larut, dan suntik.

Peringatan:

  • Harap berhati-hati menggunakan omeprazole jika menderita penyakit hati, penyakit jantung, mempunyai kadar kalsium tubuh yang rendah atau gangguan tulang.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi omeprazole jika mengalami kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, mual, dan per
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Omeprazole

Dosis omeprazole akan disesuaikan dengan kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan. Berikut adalah dosis omeprazole secara umum menurut kondisi yang diobati.

Kondisi Dosis per hari (sebelum makan)
  • Gangguan pencernaan/nyeri ulu hati
Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 0,5 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari
  • Tukak lambung
Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 1 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari
  • Tukak usus halus
Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 0,5 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari
  • Penyakit asam lambung atau GERD
Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 0,251 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari
  • Infeksi H. Pylori
Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 0.5- 1 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari
  • Sindrom Zollinger Ellison
Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 1-2 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari
  • Esofagitis atau radang kerongkongan
Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 0,5 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari

Dosis omeprazole untuk anak balita

Untuk refluks asam lambung: 0.7 mg/kg/dosis sekali sehari akan menurunkan persentase pH lambung dan kerongkongan hingga kurang dari 4, dan mengurangi jumlah episode reflux dalam 10 neonatus (artinya PMA: 36.1 minggu, (34 sampai 40 minggu)]dalam percobaaan. Pernah dilaporkan juga dosis yang lebih tinggi yaitu 1 hingga 1.5 mg/kg/hari.

Dosis omeprazole untuk anak-anak dan remaja 1 – 16 tahun penderita refluks asam lambung, tukak lambung, dan esofagitis

  • Berat badan 5 – 10 kg: 5 mg sekali sehari
  • Berat badan 10 – 20 kg: 10 mg sekali sehari
  • Berat badan >20 kg: 20 mg sekali sehari
  • Dosis alternatif: Anak usia 1 – 16 tahun: 1 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari

Dosis terapi tambahan pada luka duodenal yang berhubungan dengan Helicobacter pylori (dikombinasikan dengan terapi antibiotik seperti clarithromycin atau clarithromycin dan amoxicillin) pada anak-anak

  • Berat badan 15 – 30 kg: 10 mg dua kali sehari
  • Berat badan > 30 kg: 20 mg dua kali sehari

Catatan: Keamanan dan keampuhan omeprazole pada pasien berusia kurang dari satu tahun dan pada anak-anak selain untuk pengobatan asam lambung dan erosive esophagitis belum ditentukan.

Bagi pasien anak-anak, selain kondisi, dokter akan mempertimbangkan usia serta berat badan mereka dalam menentukan dosis omeprazole. Untuk informasi lebih lengkap mengenai dosis omeprazole untuk anak, tanyakan pada dokter.

Mengonsumsi Omeprazole dengan Benar

  • Sebelum menggunakan omeprazole, perhatikan informasi yang diberikan oleh dokter terkait obat ini atau baca informasi yang tertera di dalam kemasan agar Anda bisa mengetahui aturan pakai serta efek samping obat ini. Hindari pemakaian omeprazole lebih dari 4 minggu tanpa berkonsultasi dahulu dengan dokter.
  • Omeprazole dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, tapi lebih baik untuk dikonsumsi sebelum makan.
  • Telanlah tablet dan kapsul omeprazole dengan air dan jangan mengunyahnya. Hal ini bertujuan agar omeprazole dapat terserap secara optimal oleh tubuh. Jika Anda termasuk orang yang kesulitan menelan, tersedia omeprazole dalam bentuk obat larut.
  • Konsumsi omeprazole lewat mulut sesuai dengan instruksi dokter, biasanya sekali sehari, sebelum makan. Jika Anda membelinya tanpa resep, ikuti instruksi di label kemasan. Dosis selalu diberikan berdasarkan kondisi kesehatan Anda dan bagaimana Anda merespon terapi. Dosis untuk anak-anak didasari juga oleh faktor usia dan berat badan. Dilarang menambah dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering tanpa persetujuan dokter Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan pada dokter atau apoteker Anda.

  • Jangan menghancurkan, memecahkan, atau mengunyah tablet ini. Telan tablet dengan segelas air.

  • Jika dibutuhkan, antacid bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat ini. Jika Anda juga mengonsumsi sucralfate, konsumsilah omeprazole minimal 30 menit sebelum sucralfate.

  • Gunakan obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya. Agar Anda tak lupa, konsumsilah obat ini di waktu yang sama setiap hari. Lanjutkan minum obat ini sesuai dengan lamanya pengobatan yang diinstruksikan meskipun Anda sudah merasa lebih baik. Jika Anda membeli obat ini tanpa resep dokter, jangan konsumsi lebih dari 14 hari kecuali dokter Anda mengizinkan.

  • Beri tahu dokter jika kondisi Anda tak membaik atau malah memburuk. Jika Anda mengobati diri sendiri, beri tahu dokter jika rasa panas di perut masih ada setelah 14 hari atau jika Anda harus meminum obat ini lebih dari satu kali setiap 4 bulan. Jika Anda merasa memiliki masalah medis yang serius, segera cari bantuan medis

  • Konsumsilah omeprazole sesuai takaran dosis dan frekuensi yang ditetapkan oleh dokter. Jika Anda tanpa sengaja melewatkan satu dosis konsumsi, segera konsumsi dosis yang tertinggal tersebut begitu Anda ingat. Tapi jika sudah sangat mendekati jadwal minum obat berikutnya, jangan mengonsumsi dua dosis sekaligus.
  • Konsumsilah makanan dalam porsi-porsi kecil. Porsi terlalu besar dapat meregang lambung sehingga meningkatkan produksi asam lambung. Hindarilah makanan atau minuman yang dapat memperburuk gejala penyakit lambung Anda, seperti cokelat, tomat, daun mint, kopi, dan alkohol. Menurunkan berat badan juga dapat membantu mencegah naiknya asam lambung sehingga meringankan gejala gangguan pencernaan.
  • Berhenti atau batasi kebiasaan merokok, karena merokok juga meningkatkan produksi asam lambung.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan omeprazole bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Penurunan kadar dan efek obat-obatan HIV/AIDS, yaitu rilpivirine, nelfinavir, dan atazanavir. Hal tersebut dapat berakibat fatal, karena menyebabkan kegagalan pengobatan.
  • Apabila dikonsumsi dengan diuretik, dapat menyebabkan kekurangan magnesium.
  • Menyebabkan gangguan pembekuan darah, apabila digunakan bersama dengan warfarin.
  • Berisiko meningkatkan efek kardiotoksik yang dipicu oleh digoxin.
  • Berpotensi meningkatkan kadar benzodiazepine (misalnya diazepam), clarithromycin, dan methotrexate.
  • Menurunkan daya serap dari itraconazole, ketoconazole, posaconazole, dasatinib, dan garam besi
  • Dapat memperlambat eliminasi dari diazepam, cilostazol, phenytoin, dan ciclosporin.
  • Dapat menurunkan efek antiplatelet (efek untuk mencegah penggumpalan darah) dari clopidogrel.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Omeprazole

Omeprazole jarang menyebabkan efek samping pada penggunanya. Jika pun ada, biasanya efek samping akan membaik setelah penyesuaian tubuh terhadap obat ini.

Efek samping omeprazole yang berpotensi terjadi adalah:

  • Sakit kepala.
  • Sembelit atau konstipasi.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Nyeri sendi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kram otot.
  • Hilang selera makan.

Segera cari bantuan ke dokter

  • Cari bantuan tenaga medis segera jika Anda mengalami reaksi alergi: gatal-gatal; kesulitan bernapas; bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius dari omeprazole, seperti:
    • Diare yang cair atau berdarah
    • Kadar magnesium rendah (pusing, bingung, detak jantung cepat atau tak beraturan, gerakan otot yang mendadak, perasaan gugup, kram otot, otot melemah, perasaan pincah, batuk atau perasaan tercekik, kejang-kejang)

wp-1558107017621..jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s