Pemberian Antibiotika Spiramycin, Indikasi dan Efek Sampingnya

Pemberian Antibiotika Spiramycin, Indikasi dan Efek Sampingnya

Spiramycin adalah obat antibiotik makrolid yang digunakan untuk mengatasi sejumlah infeksi bakteri. Selain infeksi bakteri, spiramycin juga digunakan untuk mengobati infeksi parasit Toxoplasma gondii(toksoplasmosis) pada wanita hamil dan cryptosporidiosis pada individu dengan daya tahan tubuh yang rendah. Namun penggunaan spiramycin untuk mengobati cryptosporidiosis masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Spiramycin bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri.

Merek dagang:
Spiranter, Kalbiotic, Rovadin, Spiramycin, Varoc, Provamed, Spiradan, Provamed, Rofacin, Osmycin, Medirov, Ismacrol, Inamycin

Peringatan:

  • Harap hati-hati bagi penderita gangguan hati, gangguan saluran empedu, dan aritmia.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Lakukan pemeriksaan rutin uji fungsi hati apabila mengonsumsi obat ini.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi spiramycin, segera temui dokter.

Mengonsumsi Spiramycin dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca keterangan yang tertera pada kemasan obat dalam mengonsumsi spiramycin.

Konsumsi obat ini lebih baik dilakukan pada saat perut kosong. Namun, jika pasien mengalami nyeri pada lambung, spiramycin dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Untuk spiramycin sirop, gunakan sendok takar yang tersedia dalam kemasan atau sendok takar khusus obat. Jangan menggunakan sendok biasa karena ukurannya tidak sesuai dengan yang dianjurkan. Biasakan untuk mengocok botol terlebih dahulu sebelum mengonsumsi sirop obat.

Khusus untuk spiramycin tablet salut selaput, jangan membelah, mengunyah, atau menggerus obat. Spiramycin tablet salut selaput harus diminum secara utuh.

Saat gejala mulai membaik, tetap lanjutkan pengobatan sesuai anjuran dokter. Jangan menghentikan konsumsi spiramycin sebelum waktu yang ditentukan oleh dokter, karena dapat menyebabkan infeksi kambuh kembali.

Gunakan spiramycin di waktu yang sama setiap harinya, untuk memperoleh hasil yang optimal. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi obat ini, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi apabila mengonsumsi spiramycin bersama dengan obat lain:

  • Mengurangi penyerapan obat carbidopa dan mengurangi kadar obat levodopa dalam darah.
  • Meningkatkan risiko gangguan irama jantung, jika dikonsumsi dengan cisapride atau terfenadine.
  • Meningkatkan risiko distonia, jika dikonsumsi dengan fluphenazine.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Spiramycin

Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi spiramycin adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Gatal
  • Kolitis pseudomembran.
  • Ruam kulit
  • Urtikaria
  • Reaksi alergi berat (anafilaktik)
  • Kesemutan
  • Gangguan saraf
  • Aritmia
  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s