Paracetamol, Obat Demam Untuk Bayi Dan Anak : Dosis, Cara Penggunaan dan Efek Sampingnya

wp-1558108241433..jpgParacetamol adalah salah satu obat yang masuk ke dalam golongan analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang paling banyak dan paling sering diberikan pada anak dan bayi. Obat ini dipakai untuk meredakan rasa sakit ringan hingga menengah, serta menurunkan demam. Paracetamol mengurangi rasa sakit dengan cara menurunkan produksi zat dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah unsur yang dilepaskan tubuh sebagai reaksi terhadap kerusakan jaringan atau infeksi, yang memicu terjadinya peradangan, demam, dan rasa nyeri. Paracetamol menghalangi produksi prostaglandin, sehingga rasa sakit dan demam berkurang.

Merek dagang:

  • Biogesic, Cetapain, Eterfix, Farmadol, Fevrin, Ikacetamol, Kamolas, Moretic, Naprex, Nofebril, Ottopan, Pamol, Panadol, Pehamol, Praxion, Pyrexin, Pyridol, Sanmol, Sumagesic, Tamoliv, Tempra

Paracetamol

  • Golongan Analgesik dan antipiretik
  • Kategori Obat bebas
  • Manfaat Meredakan rasa sakit dan demam
  • Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
  • Kategori kehamilan dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.
  • Bentuk obat Tablet, tablet kunyah, sirup, suntik, tube rektal (supositoria)

Peringatan:

  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal, gangguan hati, malanutrisi, dehidrasi, dan bagi orang yang sering mengonsumsi minuman keras (alkohol) dalam jangka lama.
  • Untuk anak-anak, pastikan dosis diberikan sesuai dengan umur.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Paracetamol
Usia (tahun) Takaran (minimal – maksimal dosis tiap 4-6 jam) per miligram (mg)

  • >16 tahun 500 – 1000
  • 12-16 480 – 750
  • 10-12 480– 500
  • 8-10 360-375
  • 6-8 240-250
  • 4-6 240
  • 2-4 180
  • 6 – 24 bulan 120
  • 3 – 6 bulan 60
  • 2 – 3 bulan setelah imunisasi 60

Mengonsumsi Paracetamol dengan Benar

  • Umumnya, paracetamol tidak menimbulkan efek samping. Walau demikian, pastikan obat ini cocok untuk gejala-gejala yang dialami dan tidak berlawanan dengan kondisi kesehatan fisik.
  • Paracetamol bisa dikonsumsi orang dewasa sebanyak 500 mg tiap empat hingga enam jam. Sedangkan untuk anak-anak, sesuaikan dosisnya dengan anjuran dokter. Obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan.
  • Jangan mengonsumsi paracetamol melebihi dosis yang ditentukan, terlalu banyak mengonsumsi obat ini bisa merusak organ hati.
  • Apabila melewatkan waktu mengonsumsi paracetamol, jangan minum dua dosis sekaligus dengan maksud menggantikannya.

Interaksi Obat

  • Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain, paracetamol bisa menimbulkan reaksi berupa peningkatan efek samping atau justru mengurangi efektivitas paracetamol itu sendiri. Untuk menghindarinya, jangan mengonsumsi paracetamol dengan obat-obatan di bawah ini:
  • Warfarin (obat yang biasanya digunakan untuk mencegah pembekuan darah).
  • Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi).
  • Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengontrol kejang).
  • Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada gangguan ginjal).
  • Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah).
  • Imatinib atau busulfan (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker jenis tertentu.
  • Lixisenatide (obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2).
  • Ketoconazole (salah satu jenis obat antijamur).
  • Kenali Efek Samping dan Bahaya Paracetamol

Paracetamol jarang menyebabkan efek samping, namun ada beberapa yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Penurunan jumlah sel-sel darah, seperti sel darah putih atau trombosit.
  • Muncul ruam, terjadi pembengkakan, atau kesulitan bernapas karena alergi.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi) dan jantung berdetak cepat (takikardia).
  • Kerusakan pada hati dan ginjal jika menggunakan obat ini secara berlebihan.
  • Bisa menyebabkan overdosis jika digunakan lebih dari 200 mg/kg, atau lebih dari 10 gram, dalam 24 jam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s