Atresia Ani, Penyebab dan Penanganannya

1459487901002.jpgAtresia Ani, Penyebab dan Penanganannya

Atresia ani biasanya mencakup kelainan di area tubuh yang lain, termasuk kelainan yang terjadi pada organ-organ pencernaan, saluran kemih, hingga kelamin. Atresia Ani merupakan salah satu kelainan bawaan, dimana anus tampak normal,  tetapi  pada  pemeriksaan  colok  dubur  jari  tidak  dapat  masuk lebih dari 1-2 cm. Insidens : 1 : 3.000-5.000 kelahiran hidup. Sinonim Atresiaa Ani = Imperforated Anal = Malformasi Anorektal = Anorektal Anomali. Kelainan bawaan anus disebabkan oleh gangguan pertumbuhan, fusi, dan pembentukan anus dari tonjolan ambriogenik. Pada kelainan bawaan anus umumnya tidak ada kelainan rektum, sfingter, dan otot dasar panggul. Namun demikian pada agenesis anus, sfingter intern mungkin tidak memadai.

Tingkat anomali yang terjadi pun berbeda-beda dan umumnya dikategorikan sebagai berikut:

  • Kelainan di tingkat bawah. Berupa lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup akibat usus rektum yang masih menempel pada kulit. Lubang anus yang tertutup umumnya disertai dengan cacat lahir lain, seperti gangguan jantung, masalah pada sistem saraf pusat, atau anomali pada tangan dan kaki.
  • Kelainan di tingkat atas. Posisi usus besar yang terletak di rongga panggul bagian atas dan terbentuknya fistula yang menghubungkan rektum dan kandung kemih, uretra, atau vagina. Fistula adalah terowongan abnormal yang muncul antara dua saluran normal seperti antara pembuluh darah, usus, atau organ tubuh.
  • Lubang posterior atau kloaka yang persisten. Pada kelainan ini, rektum, saluran kemih, dan lubang vagina bertemu pada satu saluran yang sama.

Penyebab dan Faktor Risiko

  • Pada kondisi normal, lubang anus, saluran kemih, dan kelamin terbentuk pada usia kehamilan delapan minggu melalui proses pembelahan dan pemisahan dinding-dinding pencernaan janin. Gangguan pada masa perkembangan janin inilah yang akan memicu atresia ani.
  • Penyebab di balik gangguan perkembangan tersebut belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga bahwa faktor keturunan atau genetika mungkin memiliki pengaruh besar di balik terjadinya cacat lahir ini.

wp-1494710045009.

  • Atresia ani bisa didiagnosis melalui USG, tetapi umumnya diketahui pada pemeriksaan fisik yang pertama kali dilakukan ketika bayi lahir. Dokter akan memeriksa perut, alat-alat kelamin, lubang anus, dan tulang belakang setiap bayi yang baru lahir. Bila terdapat kelainan pada bagian-bagian ini, dokter kemudian akan memastikan apakah ada jenis cacat lahir lain yang juga dialami oleh sang bayi.
  • Pemeriksaan dini tersebut sangat dibutuhkan agar penanganan bisa segera dilakukan. Jenis prosedur yang akan dipilih oleh dokter tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cacat lahir yang dialami oleh sang bayi. Kondisi kesehatan bayi juga akan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan.

wp-1494710015769.

  • Bayi yang tidak memiliki lubang anus akan diberi asupan melalui infus. Jika ada fistula yang terbentuk pada saluran kemih, dokter akan menyarankan penggunaan antibiotik.
  • Sebagian besar lubang anus yang tertutup membutuhkan operasi secepatnya guna membentuk saluran pembuangan untuk kotoran. Meski demikian, operasi ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena posisi organ yang mengalami gangguan terletak jauh dalam panggul. Belum lagi faktor usia bayi yang sangat muda sehingga risiko komplikasi juga meningkat.
  • Pasca menjalani operasi pembentukan lubang anus, komplikasi yang umumnya terjadi adalah konstipasi atau inkontinensia tinja. Untuk mengatasinya, pola makan pasien anak-anak sebaiknya dijaga dengan seksama. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi banyak serat, seperti sayur dan buah. Makanan yang mengandung pencahar alami, contohnya produk susu, juga bisa digunakan. Selain cara alami, pasien juga bisa dianjurkan untuk menggunakan obat pencahar atau laksatif serta suplemen yang mengandung serat.
  • NIDAR = Nuchter, Infus (Cairan 4 : 1), Decompressi, Antibiotik, rujuk.
  • Kalau letak rendah = anoplasty dengan local anastesi, colok duburnya, kemudian dibouginage periodik (latih).
  • Letak rendah dengan sub cut aneal fistel = anoplasty.
  • Letak sedang dan tinggi dilakukan : Colostomy = left transversal colostomy
  • Pada Atresia Ani letak tinggi dengan tanpa fistel, dan Atresia Ani dengan fistel yang tidak adekuat è emergancy.
  • Pada  Atresia  Ani  dengan fistel yang adekuat dan anterior anus è elektif.
    Colostomy dilakukan pada colon transversum di flexura lienalis oleh karena colonnya mobile, sehingga mudah dioperasi dan pada daerah ini tidak terjadi dehidrasi (oleh karena absorbsi elektrolit maximal disini) dan konsistensi feces tidak keras.

    Operasi defenitif, PSA (Postero – Sagittal Anorectoplasty)

  • Setelah 1 tahun kita lakukan, supaya identifikasi otot-otot daerah anal tidak sulit.
  • Bokong dikangkangkan dan anal dimple, dicari usus yang dibawah è lubangi è ditarik keluar è baru dilakukan Businasi setelah operasi hari ke 11,

    Closure Colostomy

  • Pos colostomy masa 5 hari dilakukan bila pasase usus bagian distal lancar, sudah adekuat untuk BAB (6 bulan).
  • Sebelumnya dilakukan laparatomy.
  • Cara :   – anoplasty è busi no. 6-8 hari ke 11 è 2 x 1 minggu è bila sudah busi no. 14 è 1×1 minggu sampai 3 kali berturut-turut dapat masuk è datang 2 x 1 minggu untuk persiapan coloctomy closure.

Komplikasi

  • Sebagian komplikasi dapat terjadi pada saat operasi. Bila terdapat fistula yang berhubungan dengan saluran pencernaan, tindakan operasi bisa melukai dinding saluran cerna yang normal.
  • Operasi pembuatan lubang pengganti anus (kolostomi) juga mengandung risiko mencemari saluran kemih sehingga risiko infeksi organ-organ kemih meningkat.
  • Stenosis (penyempitan) pada lubang anus buatan juga dapat terjadi bila kulit pasien mempunyai kecenderungan membentuk keloid (jaringan parut). Kondisi ini mengharuskan perbaikan kembali dengan cara operasi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s