Pubertas Dini, Gejala dan Penanganannya

 

1494809661294_crop_959x450

Pubertas Dini, Gejala dan Penanganannya

Pubertas atau puber merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Ini adalah proses tubuh yang normal manakala memang terjadi sesuai pada waktunya. Pubertas dikatakan normal bila tanda awal pubertas pada anak perempuan pada usia 8-13 tahun dan pada anak laki-laki pada usia 9-14 tahun.  Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal. Perubahan ini termasuk perubahan pada bentuk serta ukuran tubuh, perkembangan kemampuan reproduksi, dan pertumbuhan otot serta tulang. Seorang anak perempuan dianggap mengalami pubertas dini ketika usianya belum mencapai 8 tahun, sedangkan pubertas dini pada anak laki-laki terjadi  ketika usianya belum 9 tahun saat mengalami pubertas untuk pertama kalinya. Kondisi seperti ini dialami satu dari 5 ribu anak.

Kondisi pubertas ini dipicu hormon gonadotropin (GnRH) yang dilepaskan otak. Hormon tersebut yang mendorong testis dan indung telur melepaskan hormon perkembangan seksual testosteron dan estrogen. Hormon-hormon inilah yang menunjukkan perubahan bentuk dan fungsi tubuh dalam pubertas.

Berdasarkan keterikatan dengan hormon GnRH, dikenal dua jenis pubertas dini, yaitu pubertas dini yang bergantung pada hormon gonadotropin (central precocious puberty atau pubertas dini sentral) dan pubertas dini yang tidak bergantung pada hormon gonadotropin (peripheral precocious puberty atau pseudopubertas dini). Pada pubertas dini sentral, kelainan yang terjadi murni disebabkan oleh pelepasan hormon GnRH yang terlalu dini oleh otak. Sedangkan dalam pseudopubertas dini, produksi hormon GnRH mungkin saja normal, namun produksi hormon seks (esterogen dan progesteron) mengalami peningkatan. Jenis yang kedua ini lebih jarang terjadi, di mana hanya 2 dari 10 penderita pubertas dini mengalaminya.

Di sisi lain, ada perubahan yang sering dianggap mirip dengan gejala pubertas dini, yaitu pertumbuhan payudara dini (premature therarche) dan pertumbuhan rambut kemaluan atau rambut ketiak dini (premature pubarche). Meski kondisi ini dianggap mencemaskan, tapi sebenarnya kedua gejala ini bukan mutlak menandakan pubertas dini. Namun, kondisi ini tetap perlu dievaluasi lebih lanjut.

wp-1494709980767.

Tanda dan gejala pada anak perempuan:

  • Pertumbuhan payudara
  • Menstruasi pertama

Tanda dan gejala pada anak laki-laki

  • Testis dan penis membesar
  • Rambut wajah (biasanya kumis adalah yang pertama tumbuh)
  • Suara menjadi lebih “nge-bass”
  • Gejala tambahan dapat berupa suara yang lebih berat, pertumbuhan kumis serta testis, penis, atau skrotum yang membesar.

Tanda dan gejala yang terjadi pada anak laki-laki dan perempuan

  • Rambut kemaluan atau ketiak
  • Pertumbuhan yang cepat
  • Jerawat
  • Bau badan seperti orang dewasa.

Penyebab

  • Pada sebagian besar kasus pubertas dini sentral, penyebab utamanya belum dapat dipastikan. Hampir sebagian besar anak-anak dengan pubertas dini sentral tidak memiliki kelainan atau penyakit yang dapat menyebabkan gangguan ini. Meski begitu, beberapa faktor diduga menjadi pemicunya, antara lain sindrom McCune-Albright (kelainan hormonal langka yang memengaruhi pertumbuhan tulang dan warna kulit), hipotiroid, hiperplasia andrenal kongenital, tumor pada otak dan sumsum tulang belakang, serta kondisi cacat saat lahir. Sedangkan pada kasus psuedopubertas dini, penyebabnya adalah paparan estrogen dan testosteron eksternal (krim atau salep), tumor pada kelenjar adrenal, sindrom McCune-Albright, tumor atau kista indung telur, serta tumor dalam sel penghasil sperma dan testosteron.
  • Otak mulai memproses. Bagian otak membuat hormon yang disebut sebagai gonadotropin-releasing hormone (Gn-RH).
  • Kelenjar pituitari melepaskan lebih banyak hormon. Gn-RH menyebabkan kelenjar piituitari (kelenjar berbentuk kacang kecil di dasar otak) untuk melepaskan hormon lagi. Hormon-hormon tersebut disebut sebagai luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).
  • Hormon seks diproduksi. LH dan FSH menyebabkan ovarium untuk memproduksi hormon yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual perempuan (estrogen) dan testis untuk memproduksi hormon yang bertanggung jawab pada pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual laku-laki (testosteron).
  • Perubahan fisik terjadi. Produksi estrogen dan testosteron menyebabkan perubahan fisik pubertas.
  • Obesitas.
  • Adanya riwayat kelainan genetika dari orang tua atau sudara kandung.
  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Menjalani terapi radiasi pada sistem saraf pusat.

wp-1494710045009.

  • Diagnosis dapat dimulai dengan pendalaman riwayat medis keluarga untuk mencari penyebab terjadinya pubertas dini, melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, serta tes darah untuk memeriksa kadar hormon.
  • Pemeriksaan yang disebut tes stimulasi GnRH. Tes ini dilakukan untuk membedakan jenis pubertas dini yang diderita. Pada pubertas dini sentral, peningkatan kadar GnRH akan memicu peningkatan kadar hormon-hormon lainnya. Sedangkan pada pseudopubertas dini, kadar hormon-hormon lainnya tidak mengalami perubahan.
  • Pemeriksaan tambahan, tes tiroid untuk melihat kondisi fungsi tiroid, tes MRI guna melihat terjadinya kelainan pada otak yang memicu pubertas dini, serta pemeriksaan X-ray tangan dan pergelangan tangan guna mengetahui kondisi dan usia usia tulang anak. Sedangkan tes ultrasound dilakukan dalam rangka memastikan tidak ada gangguan medis lain yang menyebabkan gejala pubertas dini.

wp-1494710015769.

  • Pengobatan untuk pubertas dini diutamakan agar anak tumbuh secara normal hingga dewasa, terutama dalam hal tinggi badan. Gejala yang timbul tanpa masalah medis dapat ditangani secara efektif dengan pemberian suntikan seperti leupolide. Suntikan tersebut bertujuan menghambat perkembangan proses pubertas selanjutnya. Suntikan ini diberikan setiap bulan hingga anak mencapai usia pubertas yang normal. Setelah suntikan dihentikan, proses pubertas bermula kembali sekitar 16 bulan berikutnya.
  • Untuk pubertas dini yang disebabkan kondisi medis, maka penanganan yang diutamakan adalah mengatasi masalah medis yang ada agar proses pubertas terhenti. Contohnya, proses pubertas yang disebabkan tumor kemungkinan besar akan berhenti setelah dilakukan tindakan operasi pengangkatan tumor tersebut.

Komplikasi

  • Dalam pubertas dini, anak dapat tumbuh lebih tinggi dibanding anak-anak seusianya. Meski begitu, pertumbuhan tersebut juga bisa terhenti lebih dini karena pertumbuhan tulangnya lebih cepat matang. Akibatnya, saat mencapai usia dewasa, orang tersebut lebih pendek dibanding orang-orang dewasa lainnya.
  • Anak-anak dengan pubertas prekoks dapat tumbuh dengan cepat pada awalnya dan akan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan teman-teman mereka. Tapi, karena tulang mereka matang lebih cepat dari biasanya, mereka sering berhenti untuk tumbuh. Hal ini menyebabkan mereka menjadi lebih pendek dari rata-rata orang dewasa.
  • Anak perempuan dan anak laki-laki yang mulai pubertas jauh sebelum rekan-rekan mereka mungkin sangat sadar diri tentang perubahan yang terjadi dalam tubuh mereka.Masalah emosi dan sosial yang dapat muncul akibat pubertas dini saat anak menyadari sepenuhnya tentang perubahan tubuhnya hingga menjadi stres Selain itu, anak tersebut juga berisiko mengalami depresi hingga dapat menyalahgunakan bahan-bahan terlarang. Hal ini dapat mempengaruhi harga diri dan meningkatkan risiko depresi atau penyalahgunaan zat. Selalu sulit untuk menjadi berbeda dari orang lain. Memiliki tubuh orang dewasa lebih awal dibandingkan teman-temannya dapat memberi banyak tekanan pada anak. Baik anak perempuan maupun laki-laki pasti mengalami kesulitan saat menjalani perubahan akibat pubertas dini. Anak Anda mungkin diejek, dan mungkin juga memiliki masalah citra tubuh atau masalah harga diri. Mereka mungkin juga bingung tentang apa yang terjadi pada tubuh mereka, dan mungkin memiliki emosi yang as

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s