Penyakit Jantung Bawaan Biru atau Sianotik

 

1494806985242_crop_957x516Penyakit Jantung Bawaan Biru atau Sianotik

Penyakit jantung bawaan atau PJB, merupakan penyakit yang menyerang jantung, yang disebabkan oleh ketidaksempurnaan pada proses pembentukan jantung semasa dalam kandungan. Penyakit jantung bawaan akan menyerang anak-anak dan bayi yang baru lahir. Biasanya gejala dari penyakit ini akan terlihat saat bayi masih berada dalam kandungan, tetapi pada beberapa kasus gejala baru akan terlihat ketika mereka berusia di bawah 5 tahun. Penyakit jantung bawaan sendiri diketahui membunuh anak di bawah umur satu tahun lebih banyak ketimbang penyakit lainnya. Penyakit jantung bawaan sebenarnya adalah penyakit yang terjadi karena adanya kelainan semasa awal pembentukan jantung saat masih janin, hal ini mengakibatkan adanya kelainan pada struktur jantung yang membuat kerja jantung akhirnya menjadi terganggu. Secara umum kelainan jantung bawaan disebabkan oleh kelainan genetik atau pun kromosom. Menurut penelitian 5 hingga 8 persen kasus yang terjadi disebabkan oleh kelainan kromosom. Ada 2 jenis penyakit jantung bawaan, yaitu penyakit jantung bawaan biru atau sianotik, dan penyakit jantung bawaan tidak biru atau asianotik.

Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease adalah kelainan pada struktur jantung yang dialami sejak lahir. Kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan pada aliran darah dari dan ke jantung, baik yang tergolong ringan ataupun kompleks, sehingga berpotensi membahayakan nyawa. Penderita penyakit jantung bawaan disarankan untuk memantau kondisi jantungnya seumur hidup, walaupun sudah pernah diobati saat masih kecil. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi jika terdapat gejala atau tanda-tanda yang membahayakan sejak dini.

Kelainan jantung bawaan sianotik menyerang 25% anak-anak yang terserang penyakit jantung bawaan. Ciri-ciri khusus dari penyakit jantung bawaan jenis ini adalah munculnya warna biru pada daerah sekitar bibir, ujung kuku dan jari. Penyakit jantung bawaan biru sangat mudah untuk dikenali oleh orang tua. Warna biru yang muncul adalah akibat dari sel darah merah yang mengalir di dalam tubuh bayi mengandung sedikit oksigen. Hal ini dapat terjadi karena adanya percampuran darah kaya oksigen dengan darah miskin oksigen. Ada beberapa penyebab penyakit jantung biru ini terjadi, yaitu:

  • Bilik Jantung Bocor. Terjadinya kebocoran pada bilik jantung yang menyebabkan darah dari bilik kanan akan bercampur dengan darah di bilik kiri. Artinya darah miskin akan oksigen dari bilik kanan akan bercampur dengan darah kaya oksigen yang ada di bilik kiri. Terkadang hal ini juga terjadi karena adanya penyempitan pada arteri pulmonalis yang mengakibatkan tekanan pada bilik kanan jauh lebih tinggi dari bilik kiri, akhirnya mendorong darah untuk masuk ke dalam bilik kiri dari bilik kanan. Contohnya adalah Tetralogi of Fallot atau kelainan jantung Tetralogi Fallot, yaitu suatu kondisi dimana terjadi empat peristiw berikut ini:
  1. Defek septum ventrikel, terdapatnya lubang pada sekat pemisah antara bilik kanan dan bilik kiri jantung. Lubang ini ada yang dapat menutup dengan sendirinya seiring waktu, namun ada pula yang membutuhkan penanganan khusus agar tidak semakin berbahaya.
  2. Penebalan bilik kanan jantung atau hipertrofi, hal ini juga dapat meningkatkan tekanan pada bilik jantung. Biasanya terjadi karena gangguan otot jantung.
  3. Stenosis pulmonal, yaitu kondisi dimana katup pulmonal atau katup yang memisahkan antara bilik kiri dengan pembuluh darah yang menuju paru-paru. Ketika katup ini tidak dapat membuka dan menutup dengan sempurna mengakibatkan darah yang masuk ke paru-paru menjadi berkurang.
  4. Kondisi dimana aorta, yang seharusnya berada pada bilik kiri, justru berada diantara bilik kanan dan kiri jantung, sehingga fungsinya yang seharusnya mengalirkan darah kaya oksigen dari bilik kiri justru ikut menyalurkan darah miskin oksigen dari bilik kanan. Baca juga: Kebocoran Katup Aorta.
  • Kelainan Posisi Aorta dan Arteri Pulmonalis. Penyebab yang kedua terjadi karena adanya kelainan posisi aorta dan arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis yang harusnya keluar dari bilik kanan jantung dan berfungsi untuk mengalirkan darah ke paru-paru justru berada di bilik kiri. Sedangkan aorta yang seharusnya berada di bilik kiri dan berfungsi untuk menyalurkan darah ke seluruh tubuh justru berada di bilik kanan. Akibatnya darah miskin oksigen dari bilik kanan masuk ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan pembuluh arteri pulmonalis menyalurkan darah kaya akan oksigen dari bilik kiri ke paru- paru. Pada kasus ini anak akan semakin membiru dan jika tidak ditangani dengan tepat dan benar dapat menyebabkan kematian. Kasus seperti ini biasa disebut dengan Transposition of the Great Arteries (TGA).
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s