Penanganan Terkini Hidronefrosis

wp-1494813398675.

Penanganan Terkini Hidronefrosis

Hidronefrosis, secara harfiah berarti air di dalam ginjal, mengacu pada distensi dan pelebaran renal pelvis dan renal calyx, biasanya disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran urin di ginjal. Apabila tidak diobati, hidronefrosis dapat mengarah ke atrofi ginjal progresif. Dalam kasus hidroureteronephrosis, ada distensi dari kedua ureter dan renal pelvis dan kalise. Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine. Kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu ginjal, namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada kedua ginjal sekaligus. Apabila terdeteksi dan ditangani secepatnya, hidronefrosis jarang menyebabkan komplikasi jangka panjang. Namun, jika dibiarkan begitu saja, pembengkakan ginjal ini berpotensi meningkatkan kemungkinan penderita mengalami infeksi saluran kemih, kerusakan ginjal, atau bahkan gagal ginjal. Kondisi ini bisa dialami oleh semua orang dari segala usia, bahkan pada janin yang sedang berkembang dalam kandungan. Meski demikian, artikel ini akan membahas secara khusus mengenai hidronefrosis yang dialami oleh penderita dewasa.

Penyebab

  • Hidronefrosis bisa disebabkan dari beberapa kejadian patofisiologi yang abnormal. Kelainan struktural dari persimpangan antara ginjal, ureter, dan kandung kemih yang menyebabkan hidronefrosis dapat terjadi selama perkembangan janin. Beberapa dari cacat bawaan telah diidentifikasi sebagai kondisi turunan, namun hubungan genetik untuk diagnosis dini belum ditentukan. Kelainan struktural lainnya bisa disebabkan oleh cedera, operasi, atau terapi radiasi.
  • Kompresi satu atau kedua ureter dapat juga disebabkan oleh perkembangan janin yang tidak sempurna. Kompresi bilateral dari ureter dapat terjadi selama kehamilan yang disebapkan oleh pembesaran rahim. Perubahan kadar hormon selama waktu ini juga dapat mempengaruhi kontraksi otot kandung kemih, yang dapat memperparah kondisi tersebut.
  • Sumber penyumbatan dapat timbul dari berbagai penyebab lain termasuk batu ginjal, pembekuan darah, atau retroperitoneal fibrosis.
  • Penyumbatan tersebut dapat bersifat sebagian atau keseluruhan dan dapat terjadi di manapun dari urinary meatus sampai renal calyx renal pelvis.
  • Hidronefrosis juga dapat terjadi akibat arus balik urin dari kandung kemih kembali ke ginjal. Arus balik ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor di atas namun dapat juga disebapkan oleh kompresi saluran keluar kandung kemih ke uretra akibat pembesaran prostat atau impaksi tinja di usus besar, serta kontraksi abnormal otot kandung kemih akibat disfungsi neurologis atau gangguan otot lainnya.
  • Pembengkakan ginjal ini bukan termasuk penyakit tersendiri, melainkan gejala atau komplikasi yang muncul karena penyakit lain yang diderita pasien. Apabila terjadi gangguan atau sumbatan pada saluran kemih, urine akan terperangkap di dalam ginjal karena tidak bisa dikeluarkan. Penumpukan inilah yang akan menyebabkan pembengkakan pada ginjal atau hidronefrosis.
  • Kehamilan. Pembesaran rahim selama kehamilan terkadang bisa menekan ureter.
  • Batu ginjal yang berpotensi menyumbat ureter.
  • Penyempitan ureter akibat terbentuknya jaringan parut karena infeksi, operasi, atau pengobatan teknik radiasi.
  • Pembengkakan kelenjar prostat.
  • Berbagai jenis kanker yang terjadi di sekitar saluran kemih, misalnya kanker ginjal, kanker ovarium, kanker prostat, atau kanker kandung kemih.
  • Gangguan atau kerusakan pada saraf-saraf kandung kemih.

wp-1494709980767.

  • Demam.
  • Mual.
  • Perut yang bertambah besar.
  • Menggigil.
  • Darah pada urine.
  • Sakit saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat.
  • Sering kebelet.
  • Tanda-tanda dan gejala hidronefrosis tergantung pada apakah penyumbatan tersebut terjadi secara akut atau kronis, sebagian atau seluruhnya, unilateral atau bilateral. Hidronefrosis yang terjadi secara akut dengan onset mendadak (seperti yang disebabkan oleh batu ginjal) dapat menyebabkan rasa sakit di daerah panggul (antara pinggul dan tulang rusuk).
  • Sebaliknya, hidronefrosis yang berkembang secara bertahap pada umumnya akan menyebabkan sakit berkepanjangan. Mual dan muntah juga dapat terjadi. Penyumbatan yang terjadi pada uretra atau kandung kemih dapat menyebabkan rasa sakit dan tekanan yang dihasilkan dari distensi kandung kemih. Terhalangnya aliran urin sering mengakibatkan infeksi saluran kemih yang dapat mengarah pada pengembangan batu ginjal, demam, dan darah atau nanah dalam urin. Jika penyumbatan lengkap terjadi, hal tersebut dapat menyebapkan gagal ginjal.
  • Tes darah dapat menunjukkan gangguan fungsi ginjal (peningkatan ureum atau kreatinin) atau ketidakseimbangan elektrolit seperti hiponatremia atau asidosis metabolik hiperkloremik. Urinalisis mungkin menunjukkan pH tinggi karena kerusakan sekunder nefron dalam ginjal yang sakit.

wp-1494710045009.

  • Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Jika menduga Anda mengidap pembengkakan ginjal, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis.
  • Jenis-jenis pemeriksaan hidronefrosis umumnya meliputi tes darah, tes urine, USG, CT dan MRI scan, serta X-ray menggunakan zat kontras (IVP atau intravenous pyelogram). Prosedur-prosedur tersebut akan membantu dokter untuk melihat kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan, sekaligus tingkat keparahan pembengkakan ginjal yang terjadi.

wp-1494710015769.

  • Pengobatan hidronefrosis dilakukan untuk menghilangkan faktor yang menyumbat, serta mengeluarkan urin yang terkumpul di bagian yang tersumbat. Oleh karena itu, masing-masing kasus harus diperlakukan secara berbeda tergantung pada di mana sumbatan terjadi, dan apakah kasus ini merupakan kasus yang akut atau kronis.

  • Penyumbatan akut saluran kemih bagian atas biasanya diobati dengan menyisipkan tabung nefrostomi. Penyumbatan kronis saluran kemih bagian atas biasanya diobati dengan diobati dengan menyisipkan stent ureter atau pyeloplasty.

  • Penyumbatan saluran kemih bawah (seperti yang disebabkan oleh penyumbatan kandung kemih sekunder terhadap hipertrofi prostat) biasanya diobati dengan memasukkan kateter kemih atau kateter suprapubik.

  • Untuk semua kasus hidronefrosis, tidak diperlukan adanya operasi.

  • Jenis penanganan hidronefrosis akan ditentukan berdasarkan penyebab serta tingkat keparahan kondisi pasien. Tujuan utama pengobatannya adalah untuk mengeluarkan penumpukan urine, mengurangi tekanan pada ginjal akibat pembengkakan, mencegah kerusakan permanen pada ginjal, serta menangani penyakit yang memicu hidronefrosis.
  • Kateterisasi untuk mengeluarkan urine yang menumpuk dalam ginjal merupakan metode pengobatan yang dijalani sebagian besar pengidap hidronefrosis. Pada kasus-kasus yang parah, operasi pengangkatan ginjal yang sudah rusak dan terinfeksi terkadang dibutuhkan sebagai langkah pengobatan.
  • Setelah pembengkakan ginjal berkurang dan mereda, penyebab di balik hidronefrosis harus segera ditangani. Karena penyebabnya beragam, penanganannya pun berbeda-beda. Contohnya meliputi:
  • Obat-obatan atau operasi pengangkatan sebagian prostat untuk menangani pembengkakan prostat.
  • Penggunaan stent yang dimasukkan ke dalam ureter yang menyempit.
  • Operasi pengangkatan batu ginjal atau penggunaan gelombang suara untuk menghancurkan batu ginjal guna mengatasi penyakit batu ginjal.
  • Pemberian antibiotik guna mengatasi infeksi.
  • Radioterapi atau kemoterapi untuk menangani kanker.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s