Permasalahan Berat Badan Pada Bayi

Permasalahan Berat Badan Pada Bayi

Cara Mengetahui Berat Badan Bayi yang Sehat

  • Sekalipun nafsu makan bayi bagus dan Anda pun secara rutin memeriksakan tinggi dan berat badannya di klinik dokter, Anda mungkin masih penasaran apakah berat badan bayi Anda bagus dan sehat. 
  • Perlu Anda ingat bahwa angka persentil bukanlah segalanya. Sekalipun tubuh bayi Anda termasuk kecil untuk usianya, ia mungkin tergolong sehat. 
  • Untuk memastikan berat badan bayi Anda sehat, perhatikan perilakunya, pantau perkembangannya, dan konsultasikan hal yang Anda khawatirkan dengan dokter.


Memahami Tahapan Pertumbuhan Bayi normal

  • Berat rata-rata bayi. Sebagian besar bayi cukup bulan memiliki berat badan antara 2,7 kg hingga 4 kg saat dilahirkan. Namun, sekalipun berat badan bayi Anda kurang atau lebih dari rentang tersebut, ia mungkin sehat-sehat saja. 
  • Ingatlah bahwa berat badan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesehatan. Dokter anak akan menginformasikan jika ada hal yang perlu Anda khawatirkan.
  • Pahami bagan pertumbuhan. Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan bagan pertumbuhan terstandar untuk bayi pria dan wanita sesuai panjang tubuh dan usianya. Bagan ini digunakan untuk menghitung anka persentil anak. Angka persentil tinggi menandakan ukuran tubuh anak Anda lebih besar dibandingkan anak seusianya, sebaliknya, angka persentil rendah menandakan ukuran tubuh anak lebih kecil dibandingkan anak seusianya. 
  • Angka persentil rendah hanya berarti tubuh anak Anda kecil, bukan berarti perkembangannya terlambat.
  • Meskipun bagan pertumbuhan ini bermanfaat sebagai indikator rentang berat badan bayi yang sehat, kondisi setiap bayi berbeda-beda. Dalam sebagian besar kasus, pemeriksaan sederhana atas kesehatan bayi bisa memberi petunjuk apakah pertambahan berat badannya cukup sehat dan memungkinkannya tumbuh dan berkembang.
  • Bagan pertumbuhan untuk bayi yang minum ASI dan susu formula berbeda karena laju pertumbuhan keduanya cenderung berbeda. 
  • Pertimbangkan faktor genetis. Bagan pertumbuhan tidak mempertimbangkan pengaruh faktor genetis, padahal faktor ini memengaruhi berat badan bayi. Pastikan untuk mempertimbangkan berat dan tinggi badan orang tua saat memproses informasi mengenai ukuran tubuh bayi. 
  • Jika tinggi badan kedua orang tua bayi di bawah rata-rata, bukanlah hal yang mengejutkan apabila bayinya berada dalam persentil rendah karena kemungkinan tubuh bayi juga pendek. (Sebagai contoh, tinggi badan rata-rata pria dan wanita dewasa di AS berturut-turut adalah 170 cm dan 160 cm
  • Sebaliknya, jika tinggi badan kedua orang tua bayi di atas rata-rata, kondisi bayi yang tergolong persentil rendah mungkin perlu diperhatikan baik-baik.
  • Selain itu, bayi yang lahir dengan gangguan genetis atau kondisi medis bawaan tertentu seperti Down syndrome, cystic fibrosis, maupun penyakit jantung juga mungkin tumbuh dengan laju yang berbeda.
  • Perhatikan penurunan berat badan bayi segera setelah lahir. Sebagian besar bayi mengalami penurunan berat badan dalam beberapa hari setelah dilahirkan, dan kemudian mulai bertambah kembali. Asalkan bayi Anda tidak mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dari saat dilahirkan dan segara bertambah kembali dalam beberapa hari selanjutnya, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. [6] Berat badan sebagian besar bayi biasanya kembali seperti waktu dilahirkan saat berusia 2 minggu.
  • Umumnya, berat badan bayi bertambah sekitar 140 g hingga 200 g satu minggu setelah berat badannya turun. Selanjutnya, dalam waktu 3 atau 4 bulan, berat badan bayi akan bertambah dua kali lipat dari saat dilahirkan. Konsultasikan kekhawatiran Anda dengan dokter anak jika berat badan bayi tidak bertambah sebanyak itu.
  • Ketahui kebutuhan bayi prematur. Kebutuhan nutrisi bayi yang lahir prematur berbeda dengan bayi yang lahir cukup bulan. Bayi prematur mungkin belum bisa makan dengan baik karena tubuhnya belum mampu memproses makanan secara normal, akibatnya bayi prematur sering kali dirawat di NICU. Tujuan perawatan khusus ini adalah membantu bayi prematur tumbuh seperti di dalam rahim (yang lebih cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan bayi cukup bulan [8]).


Memantau Perkembangan Bayi di Rumah

  • Timbang bayi di rumah. Timbangan berat badan biasa tidak cukup mengukur berat badan bayi secara terperinci. Jadi, belilah timbangan khusus bayi. Catat hasil pengukuran berat badan bayi sehingga Anda bisa membahasnya dengan dokter anak jika perlu.
  • Timbang berat badan bayi secara teratur untuk memperoleh gambaran pertambahan dan perubahannya. Hindari menimbang bayi setiap hari atau menimbangnya beberapa kali dalam sehari terkecuali dianjurkan oleh dokter atas alasan kesehatan karena berat badan berubah-ubah secara alami.
  • Letakkan bagan pertumbuhan di dekat timbangan sehingga Anda bisa memantau angka persentil bayi.
  • Ingatlah bahwa hal yang lebih penting adalah pertumbuhan bayi yang konsisten dibandingkan angka persentilnya. 

Perhatikan tanda-tanda bayi cukup cairan dan nutrisi. Jika bayi tidak mendapatkan cukup makanan, Anda mungkin akan melihat perubahan dalam fisiknya. Jika bayi tampak sehat, berat badannya mungkin tidak bermasalah. 

  • Bayi seharusnya mengeluarkan tinja lunak beberapa kali sehari selama beberapa minggu setelah dilahirkan. Setelah itu, umumnya bayi akan buang air besar paling tidak beberapa hari sekali.
  • Warna urine bayi seharusnya jernih atau kuning cerah serta tidak berbau.
  • Warna kulitnya seharusnya tampak sehat.
  • Anda seharusnya mengganti popok bayi yang basah 6-8 kali sehari.

Buat catatan makanan bayi. Pantau frekuensi bayi makan, dan jumlah makanannya. Jika diberi ASI, pantau seberapa lama waktu Anda menyusuinya. Jika diberi susu botol, atau jika bayi sudah mulai mengonsumsi makanan padat, pantaulah jumlah yang dikonsumsinya.

  • Hubungi dokter jika Anda merasa bayi tidak cukup makan, misalnya beberapa kali makannya tidak dihabiskan, hanya sedikit yang dimakan, atau bayi tidak makan atau minum selama beberapa jam.
  • Amati  perkembangan bayi. Berat badan adalah salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan bayi, namun bukanlah satu-satunya. Ada beragam faktor yang memengaruhi berat badan, jadi memantau tonggak perkembangan bayi bisa menjadi cara yang lebih bagus untuk memastikan bayi Anda tumbuh sehat.

Kapan Harus Mencari Pertolongan

  • Cari dukungan untuk mengatasi masalah saat menyusui. Bayi mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya jika tidak bisa melekat dengan benar ke payudara saat menyusu. Masalah ini biasanya bisa diatasi dengan sedikit dukungan, jadi mintalah bantuan dari dokter atau konselor laktasi jika Anda mengalami masalah berikut ini:[12]
  • Bayi mengisap pipinya ke dalam dan mengeluarkan suara ceklek saat menyusu.
  • Bayi tampak tidak tenang setelah menyusu.
  • Bayi tampak sulit menelan.
  • Volume payudara Anda tidak berkurang setelah menyusui.
  • Puting payudara Anda terasa nyeri atau berbentuk aneh.

Waspadai poor feeding. Jika bayi tampak tidak berselera makan dan/atau terus-menerus mengalami penurunan berat badan, segera buat janji pemeriksaan dengan dokter anak. Ada banyak kondisi medis bawaan serta infeksi yang dapat menyebabkan poor feeding, jadi Anda harus memeriksakannya sesegera mungkin. 

  • Pastikan untuk menyampaikan seluruh gejala lainnya kepada dokter, termasuk muntah, diare, batuk, atau tersedak.
  • Jika bayi biasanya sulit makan, umumnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Poor feeding berarti bayi tidak berselera terhadap semua makanan, bukan hanya makanan tertentu.

Waspadai tanda-tanda dehidrasi. Jika bayi mengalami dehidrasi, hal ini berarti asupan ASI atau susu formulanya kurang. Anda harus segera mengatasinya. Gejala lazim dehidrasi meliputi:

  • Berkurangnya jumlah popok basah.
  • Warna urine yang lebih gelap dibandingkan normal.
  • Jaundice (kulit yang berwarna kuning).
  • Aktivitas bayi berkurang atau semakin mudah mengantuk.
  • Mulut kering.

Bicarakan perubahan yang terjadi tiba-tiba dengan dokter. Fluktuasi berat badan bayi adalah hal yang normal. Namun, jika terjadi perubahan drastis, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Misalnya, jika sebelumnya berat badan bayi bertambah secara konsisten, namun tiba-tiba berkurang, Anda mungkin perlu memeriksakannya ke dokter. Hal ini mungkin bukan masalah, namun juga mungkin membutuhkan penanganan medis. 

Tips

  • Menghubungi tenaga medis profesional untuk mengonsultasikan mengenai perubahan berat badan bayi, pola makan, tingkat aktivitas, atau tanda-tanda penting lainnya patut Anda lakukan. Pengamatan Anda sebagai orang tua adalah langkah terbaik dalam memastikan berat badan bayi yang sehat.

Peringatan

  • Bayi yang tampak lemas, lemah, sulit menelan atau bergerak, mual, muntah, diare, konstipasi, tampak kurus, atau tidak mau makan merupakan tanda masalah kesehatan serius. Dalam kasus ini, mintalah panduan dokter dalam hal menyusui dan strategi meningkatkan berat badan bayi, serta periksakan bayi untuk mengetahui adanya gangguan makan, infeksi, penyakit bawaan, serta malformasi struktur mulut, tenggorokan, atau saluran cernanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s