Ambliopia Si Mata Malas, Penyebab dan Penanganannya

Penyakit mata malas, yang juga dikenal sebagai ambliopia, biasanya berkembang di masa kanak-kanak awal dan memengaruhi sekitar 2-3% populasi anak-anak. Ambliopia sering diturunkan dalam keluarga. Kondisi ini dapat diobati jika dideteksi sejak dini, tetapi bisa menyebabkan hilangnya penglihatan jika dibiarkan. Walau pada beberapa kasus gejala mata malas jelas terlihat, terkadang gejala-gejala ini bisa sulit dikenali pada anak-anak lainnya. Sang anak sendiri bahkan mungkin tidak menyadari ia mengalaminya. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter mata sedini mungkin untuk mendiagnosis dan mengatasi ambliopia. Beberapa teknik untuk menentukan jika anak mengalami penyakit mata malas, tetapi Anda harus selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mata profesional (terutama yang telah dilatih khusus untuk merawat mata anak-anak).

Perkembangan retina dan bagian otak yang memproses penglihatan akan berlangsung hingga usia 8 tahun, jika terdapat gangguan penglihatan yang terjadi pada usia usia tersebut dan tidak diberikan terapi dengan tepat maka bisa menyebabkan ambliopia.

Mata malas adalah kondisi pada anak-anak ketika penglihatan tidak berkembang dengan baik, biasanya pada satu mata. Jika kelainan pengelihatan tidak diobati, pengelihatan anak tidak akan berkembang dengan benar di mata yang terkena. Gangguan penglihatan menjadi permanen, karena ketika otak anak jatuh tempo, maka otak akan biasa untuk “mengabaikan” gambar yang berasal dari mata yang buruk melihat.

Penyebab

  • Ambliopia terjadi saat otak kesulitan berkomunikasi dengan mata dalam cara yang benar. Kondisi ini mungkin terjadi saat salah satu mata memiliki kekuatan fokus yang lebih baik dari mata satunya.
  • Ambliopia bisa sulit dideteksi sendirian karena tidak menyebabkan perubahan visual atau bentuk apa pun pada mata. Satu-satunya cara untuk mendiagnosis mata malas secara akurat adalah dengan berkunjung ke dokter mata.
  • Strabismus merupakan penyebab utama ambliopia. Strabismus merupakan kekacauan pada susunan mata, yang berupa salah satunya mengarah ke dalam (esotropia), ke luar (eksotropia), ke atas (hipertropia), atau ke bawah (hipotropia). Kondisi ini terkadang disebut dengan istilah “mata juling.” Pada akhirnya, mata yang “lurus” akan mendominasi sinyal-sinyal visual ke otak, sehingga menghasilkan kondisi medis yang disebut dengan “ambliopia strabismik. Akan tetapi, tidak semua penyakit mata malas berhubungan dengan strabismus.
  • Ambliopia juga mungkin terjadi karena sebuah masalah struktural, seperti kelopak mata yang lemas (droopy eyelid).
  • Masalah-masalah lain pada mata, seperti katarak (titik yang “berawan” di mata) atau glaukoma, juga dapat menyebabkan mata malas. Ambliopia jenis ini disebut “ambliopia deprivasi” dan harus diatasi dengan pembedahan.
  • Beberapa perbedaan pada pembiasan di setiap mata juga bisa mengakibatkan ambliopia. Contohnya, beberapa orang mengalami rabun dekat di satu mata dan rabun jauh di mata lainnya (kondisi ini disebut dengan anisometropia). Otak akan memilih salah satu mata untuk digunakan dan mengabaikan mata satunya. Ambliopia jenis ini disebut dengan “ambliopia refraktif.”
  • Terkadang, ambliopia bilateral bisa memengaruhi kedua mata. Contohnya, seorang bayi mungkin dilahirkan dengan katarak pada kedua matanya. Seorang tenaga kesehatan profesional bisa mendiagnosis dan menyediakan opsi-opsi perawatan untuk ambliopia jenis ini.
  • Penyakit mata ini biasanya dimulai ketika satu mata memiliki fokus yang jauh lebih baik daripada mata lainnya. Sebagai contoh, satu mata mungkin memiliki banyak silindris atau dapat jelas melihat jauh tapi tidak jelas melihat dekat, sementara mata lainnya normal. Ketika otak anak dihadapkan dengan kedua gambar kabur dan satu yang jelas, maka otak akan mulai mengabaikan gambar yang buram. Jika hal ini berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun pada anak, pengelihatan di mata yang melihat gambar buram akan semakin memburuk.
  • Penyebab lain adalah amblyopia strabismus, yang merupakan ketidakselarasan mata, yang berarti bahwa satu mata bergulir ke dalam atau ke luar. Hal ini untuk mencegah mata fokus bersama-sama pada gambar sehingga menyebabkan pengelihatan ganda (melihat sesuatu yang sebenarnya 1 buah tetapi tampak seperti 2 buah). Untuk mengatasi hal ini, otak anak umumnya memilih untuk mengabaikan gambar dari mata menyimpang, menyebabkan pengelihatan dalam mata memburuk. Ketidakselarasan mata untuk mengarahkan inilah yang akhrinya disebut amblyopia “mata malas.”
  • Dalam kasus lain, seorang anak tidak dapat melihat dengan baik dalam satu mata karena terdapat suatu penghalang dari cahaya yang masuk, seperti katarak atau sejumlah kecil darah di dalam mata atau penghalang lain di bagian belakang mata.

Faktor resiko penyakit mata yang dapat berkembang menjadi ambliopia yaitu :

  • Miopia / rabun jauh
  • Astigmatisma , hipermetropia / rabun dekat
  • Pada miopia, hipermetropia yang tinggi, dan astigmatisma dapat terjadi kegagalan pembentukan bayangan, sehingga bayangan tidak terfokus pada masing masing mata.
  • Strabismus / juling. Pada orang yang strabismus dapat terjadi diplopia / penglihatan ganda, dan mata akan beradaptasi untuk mencegah adanya penglihatan ganda tersebut dengan cara menekan / mensupresi mata tersebut sehingga hanya ada satu mata yang diarahkan pada benda yang dilihat, hal tersebut akan menyebabkan mata yang tersupresi menjadi ambliopia.
  • Perbedaan tajam penglihatan mata kanan dan mata kiri yang terlalu jauh. Perbedaan tajam penglihatan kedua mata yang terlalu jauh ini jadi membiasakan mata untuk lebih menggunakan mata yang lebih baik tajam penglihatannya untuk melihat, sehingga mata yang tajam penglihatannya lebih jelek bisa menderita ambliopia.
  • Hambatan masuknya cahaya ke dalam mata (kelopak mata jatuh / ptosis, katarak, kekeruhan lensa, kekeruhan kornea, atau sebab lain)

  • Semua kelainan diatas harus dideteksi dan dikoreksi sedini mungkin agar mata anak tidak menjadi ambliopia.
  • Deteksi Ambliopia/ Mata Malas tanpa bantuan Dokter Mata tidaklah mudah karena seringkali anak pengidap Ambliopia/ Mata Malas tidak mengeluhkan penglihatan yang buruk. Oleh karena itu dianjurkan kepada para orangtua untuk melakukan pemeriksaan screening mata anaknya sebelum anak berusia 4 tahun untuk mendeteksi dini penurunan ketajaman penglihatan atau adanya faktor faktor ambliopia
  • Pemeriksaan tiga aspek kesehatan mata anak Anda:
  1. Kelancaran jalur cahaya dalam bola mata.
  2. Kedua mata melihat sama baiknya.
  3. Mata bergerak secara normal.
  • Jika ada masalah di daerah manapun, dokter atau perawat sekolah mungkin menyarankan kunjungan ke spesialis mata. Jika Anda merasa bahwa ada sesuatu yang bisa salah dengan penglihatan anak Anda, hubungi dokter, bahkan jika anak Anda telah diperiksa di sekolah.
  • Beberapa ahli perawatan mata merekomendasikan ujian oleh dokter mata setiap 6 bulan, 3 tahun, dan kemudian setiap 2 tahun di tahun-tahun sekolah. Tanyakan kepada dokter atau dokter mata yang tepat untuk anak Anda.
  • Riwayat keluarga mata malas merupakan faktor risiko untuk kondisi ini. Orang tua tidak bisa tahu hanya dengan melihat anaknya jika orangtua tersebut mengalami mata malas. Diagnosis dan pengobatan dini adalah kunci untuk hasil visual terbaik
  • Persepsi kedalaman yang buruk. Anak Anda mungkin kesulitan menganalisis tingkat kedalaman (stereopsis) dan melihat film-film 3D. Anak Anda mungkin kesulitan melihat benda-benda yang jauh, seperti papan tulis di sekolah.
  • Mata juling. Jika mata anak Anda kelihatannya berada pada posisi yang tidak benar, maka ia mungkin mengalami strabismus, yang merupakan penyebab umum ambliopia.
  • Kejulingan, penggosokan mata, dan tindakan memiringkan kepala yang rutin dilakukan oleh anak Anda. Semua hal ini mungkin merupakan gejala-gejala penglihatan yang kabur, yang merupakan efek samping umum dari kondisi ambliopia.
  • Anak menjadi marah atau tidak tenang ketika Anda menutupi salah satu matanya. Beberapa anak bisa mengalami hal ini jika Anda menutupi salah satu mata mereka. Ini mungkin sebuah tanda bahwa mata mereka tidak mengirimkan sinyal visual yang seimbang ke otak.
  • Anak mengalami kesulitan di sekolah. Terkadang, seorang anak mungkin kesulitan belajar karena ambliopia. Berbicaralah dengan guru anak Anda dan tanyakan apakah anak Anda mencari-cari alasan saat diminta membaca dari jauh (misalnya: “Saya pusing” atau “Mata saya gatal”).
  • Anda harus minta bantuan tenaga kesehatan mata profesional untuk memeriksa kejulingan atau masalah-masalah penglihatan pada anak-anak yang lebih muda dari usia 6 bulan. Pada umur ini, penglihatan anak Anda masih berkembang demikian besar, sehingga uji coba yang Anda lakukan di rumah mungkin tidak akan efektif.

Lakukan tes benda gerak. Lihat respons anak Anda terhadap gerakan untuk mengetahui jika salah satu matanya merespons dengan lebih lambat dari mata lainnya. Cari bolpoin dengan bagian tutup yang berwarna terang atau benda berwarna cerah lainnya. Minta anak Anda untuk berfokus pada sebuah titik spesifik pada benda tersebut (misalnya tutup bolpoin atau bagian bundar dari permen lolipop).

  • Minta anak Anda untuk berfokus pada bagian yang sama sembari mengikuti gerakan benda berwarna tersebut dengan matanya.
  • Gerakkan benda dengan perlahan ke kanan dan ke kiri. Lalu, gerakkan ke atas dan ke bawah. Awasi mata anak Anda dengan berhati-hati saat Anda menggerakkan bendanya. Perhatikan jika salah satu mata terlihat lebih lambat daripada mata lainnya saat mengikuti gerakan benda.
  • Tutupi salah satu mata anak dan gerakkan bendanya lagi: ke kiri, kanan, atas, dan bawah. Tutupi mata satunya dan ulangi tes ini.
  • Catat respons setiap mata. Hal ini akan membantu Anda menentukan jika salah satu mata bergerak dengan lebih lambat dari mata lainnya.


Lakukan tes foto. Jika Anda yakin mata anak Anda juling, saatnya melakukan pemeriksaan foto mata. Melakukan hal ini akan memberikan waktu analisis sehingga Anda bisa mencari tanda-tanda yang mungkin menunjukkan adanya masalah pada mata anak Anda. Hal ini berguna terutama pada bayi dan anak-anak kecil, yang biasanya sulit diam saat Anda ingin memeriksa mata mereka.

  • Anda bisa menggunakan foto-foto yang sudah ada jika foto-foto tersebut menunjukkan mata dengan detail yang jelas. Jika Anda tidak punya foto yang cocok, minta seseorang untuk membantu Anda mengambil foto-foto baru.
  • Gunakan refleksi bolpoin cahaya kecil untuk menentukan adanya kondisi mata malas. Minta seorang asisten untuk memegang bolpoin senter kecil ini pada jarak sekitar 90 cm dari mata anak Anda.
  • Minta anak melihat cahayanya.
  • Saat cahaya menyinari mata anak Anda, potret matanya.
  • Cari refleksi simetris cahaya pada bagian iris atau pupil anak Anda.
    • Jika refleksi cahayanya berada pada titik yang sama di setiap mata, maka mata anak Anda kemungkinan besar lurus.
    • Jika refleksi cahayanya berada pada titik yang tidak simetris, maka salah satu mata mungkin juling ke dalam atau ke luar.
    • Jika Anda tidak yakin, potretlah beberapa kali untuk kembali memeriksa mata anak Anda.

Lakukan tes buka-tutup. Tes ini bisa dilakukan pada anak-anak berusia 6 bulan atau lebih. Tes buka-tutup bisa membantu menentukan jika mata mereka rata pada tempatnya dan bekerja dalam kapasitas yang sama.

  • Minta anak duduk menghadap Anda atau di atas pangkuan seseorang. Tutupi salah satu matanya dengan sendok kayu.
  • Minta anak Anda melihat sebuah mainan dengan mata yang tidak tertutup selama beberapa detik.
  • Buka mata yang tertutup dan lihat responsnya. Periksa untuk melihat jika mata tersebut bergerak ke belakang karena fokusnya dikacaukan. Gerakan ini bisa menunjukkan masalah yang harus diperiksa oleh dokter mata.
  • Ulangi tes pada mata lainnya.

TES DAN PEMERIKSAAN DOKTER MATA

  • Retinoskopi. Dokter mungkin menggunakan sebuah alat genggam yang disebut dengan retinoskop. Alat ini berguna untuk memeriksa mata. Retinoskop akan menyinarkan cahaya ke mata. Saat sinar cahayanya bergerak, dokter bisa menentukan kelainan refraktif (misalnya rabun dekat, rabun jauh, astigmatisma) pada mata dengan memerhatikan bagian “refleks merah” pada retina. Metode ini juga bisa sangat berguna untuk mendiagnosis tumor atau katarak pada bayi. Dokter mata kemungkinan akan menggunakan tetes mata untuk memeriksa anak Anda dengan cara ini.
  • Prisma. Dokter mata mungkin menggunakan sebuah prisma untuk memeriksa refleks cahaya pada mata anak. Jika refleksnya simetris, maka matanya normal; jika tidak, maka anak Anda mungkin mengalami strabismus (yang bisa menjadi penyebab ambliopia). Dokter akan memegang prisma di depan salah satu mata dan menyesuaikannya untuk membaca refleks mata tersebut. Teknik ini tidak seakurat tes-tes strabismus lainnya, tetapi mungkin diperlukan saat memeriksa anak-anak yang masih sangat kecil.
  • Visual acuity assessment testing (VAT). Jenis tes ini meliputi beberapa tipe pemeriksaan. Tes VAT yang paling dasar menggunakan “diagram Snellen” yang familier, yang mengharuskan anak Anda membaca huruf-huruf terkecil yang mampu mereka lihat pada sebuah diagram huruf standar. Tes-tes lainnya mungkin meliputi pemeriksaan respons cahaya, respons pupil, kemampuan mengikuti gerakan suatu benda, tes buta warna, dan tes jarak penglihatan.
  • PhotoscreeningPhotoscreening digunakan dalam pemeriksaan-pemeriksaan penglihatan oleh dokter mata. Cara ini menggunakan kamera untuk memeriksa masalah penglihatan seperti strabismus dan kesalahan refraktif, dengan menganalisis refleks cahaya dari mata. Photoscreening sangat berguna pada anak-anak yang masih sangat kecil (di bawah 3 tahun/batita), anak-anak yang sulit duduk diam, dan anak-anak nonkooperatif atau nonverbal (tidak bisa berkomunikasi dengan kata-kata), seperti mereka yang autistik. Tes ini biasanya membutuhkan waktu kurang dari semenit.
  • Tes refraksi sikloplegik. Tes ini menentukan bagaimana struktur mata menampilkan serta menerima gambaran dari lensanya. Dokter mata akan menggunakan tetes mata untuk melakukan tes ini.

    • Pengobatan/ perawatan yang biasa diberikan untuk mengobati Ambliopia/ Mata Malas adalah dengan menambal atau menutup mata yang baik untuk beberapa jam setiap hari. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong penggunaan mata yang malas. 
    • Pengobatan ini akan memakan waktu hingga beberapa tahun dan akan lebih efektif jika dimulai pada usia dini (sebelum usia 8 tahun). Jika terlambat terdeteksi, Ambliopia/ Mata Malas bisa mengakibatkan kerusakan visual permanen. Karena itu sangatlah penting untuk melakukan screening secara teratur terutama jika ada keluhan penglihatan.
    • Pengobatan yang paling umum untuk amblyopia adalah untuk memaksa otak mulai menggunakan mata yang “buruk”. Hal ini dilakukan dengan terlebih dahulu memperbaiki masalah yang mendasari mata itu dan kemudian dengan menempatkan penghalang pada mata yang “baik”, yang disebut dengan patch. Pada awalnya, anak akan memiliki waktu yang sulit untuk melihat hanya dengan mata yang lemah. Namun, sangat penting bahwa anak perlu memakai patch yang rajin karena ini pada akhirnya akan memperbaiki penglihatan. Penggunaan penutup mata ini dapat membutuhkan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan untuk memperbaiki penglihatan. Ikuti petunjuk dokter dengan hati-hati dan ikuti jadwal kontrol ke dokter mata untuk dimonitor selama pengobatan.
    • Ketika anak terus hanya menggunakan mata yang amblyopia, pengelihatannya akan terus membaik. Setelah ditentukan bahwa pengelihatan kembali normal, anak tidak perlu memakai patch sepanjang waktu. Beberapa anak mungkin masih kehilangan pengelihatan dan perlu menjalani fase pemakaian patch lagi. Dalam kasus amblyopia ringan, dokter mungkin merekomendasikan menggunakan tetes mata yang disebut atropin pada mata yang “baik”. Atropin akan melebarkan pupil dan mengaburkan pengelihatan untuk mata yang “baik”, sehingga memaksa mata yang “buruk” untuk melakukan sebagian besar pekerjaan “melihat”.
    • Sebagian besar anak-anak dengan amblyopia juga akan memerlukan kacamata untuk membantu fokus. Jika ada sesuatu seperti katarak yang menghalangi cahaya masuk ke mata, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat sumbatan. Jika strabismus mencegah mata bergerak bersama-sama dengan benar, dokter mungkin merekomendasikan operasi pada otot mata. Dokter akan membicarakan dengan Anda apakah pengobatan yang paling tepat untuk anak.
    • Jika masalah mendasar ditemukan dan amblyopia dapat terdeteksi dan diobati dengan dini, kebanyakan anak-anak akan mendapatkan pengelihatan yang normal. Amblyopia menjadi jauh lebih sulit untuk diobati setelah sekitar usia anak mencapai usia 7-9 tahun, sehingga direkomendasikan untuk mengecek kesehatan mata anak sedari usia dini. 
    • Ketika terapi  hal itu sulit seperti misalnya banyak anak yang tidak ingin memakai penutup mata setiap hari. Dengan menggunakan tetes mata atropin sebagai metode alternatif pengobatan pengganti patch, keberhasilan pengobatan amblyopia dapat mencapai proporsi yang lebih besar.

    Pelajari tentang cara-cara perawatan yang berbeda. Setelah memeriksa penglihatan mata anak Anda, dokter mata bisa menyarankan perawatan yang tepat untuk anak Anda. Jika sang dokter telah menentukan bahwa anak Anda mengalami kondisi mata malas, terapi-terapi yang dilakukan mungkin melibatkan kacamata, perban mata, atau obat-obatan mata.

    • Kemungkinan dokter juga menyarankan pembedahan mata untuk membetulkan posisi otot-otot mata. Prosedur ini dilakukan dengan pembiusan anestesi umum. Sang anak akan dibius. Irisan kecil akan dibuat pada mata, dan sebuah otot mata akan diperpanjang atau diperpendek, tergantung pada kebutuhan yang diperlukan untuk mengoreksi masalah mata malas. Mata mungkin masih harus diperban setelahnya

    Pasang perban/penutup di mata yang sehat. Setelah penyebab ambliopia ditentukan, penutupan biasanya merupakan cara perawatan yang disarankan untuk memaksa otak melihat dengan mata yang lebih lemah. 

    • Jika pembedahan telah berhasil memperbaiki masalah-masalah penglihatan seperti ambliopia refraktif, penutupan mata mungkin masih diperlukan selama beberapa saat, untuk memaksa otak mengenali sinyal-sinyal visual yang sebelumnya diabaikan. Minta contoh penutup mata dari dokter Anda. Agar cara ini bekerja, penutup mata harus menutupi keseluruhan mata. Dokter mata Anda bisa memastikan ukurannya yang tepat. 
    • Pilih penutup mata dengan karet elastis atau penutup mata dengan zat perekat.
    • The Amblyopia Kids Network telah menuliskan analisis untuk berbagai penutup mata, juga informasi tempat membelinya. Carilah informasi tempat membeli di area Anda atau bertanyalah pada dokter mata untuk mendapatkan rekomendasinya.
    • Minta anak Anda mengenakan penutup mata selama 2-6 jam sehari. Di zaman dahulu, para orangtua disarankan untuk menyuruh anaknya mengenakan penutup mata setiap saat, tetapi beberapa studi baru-baru ini telah membuktikan bahwa anak-anak bisa meningkatkan penglihatannya dengan mengenakan penutup mata selama setidaknya 2 jam sehari.
    • Anak mungkin harus meningkatkan penggunaan penutup matanya secara bertahap dalam jangka waktu yang disarankan oleh dokter Anda. Mulailah dengan 20-30 menit, sebanyak 3 kali sehari. Tingkatkan waktunya secara bertahap hingga anak Anda bisa mengenakan penutup mata dalam jangka waktu yang disarankan setiap harinya.
    • Anak-anak yang lebih tua dan anak-anak dengan kondisi ambliopia yang parah mungkin harus mengenakan penutup mata selama waktu yang lebih lama setiap harinya. Dokter Anda bisa menyarankan kapan dan berapa lama anak Anda harus mengenakan penutup mata.

    Periksa peningkatan pada mata

    • Penutupan mata bisa memberikan hasil hanya dalam beberapa minggu. Akan tetapi, terkadang Anda juga harus menunggu beberapa bulan untuk melihat hasilnya. Periksa adanya peningkatan dengan menguji kembali mata anak Anda setiap bulan (atau sesuai rutinitas yang disarankan oleh dokter mata Anda).
    • Lanjutkan pemeriksaan bulanan karena kondisi mata malas biasanya mulai membaik setelah perawatan selama 6, 9, atau 12 bulan. Waktu responsnya akan bervariasi tergantung pada diri setiap anak (dan seberapa jujur ia dalam mengenakan penutup mata).
    • Minta anak Anda untuk terus mengenakan penutup mata selama Anda melihat adanya perubahan.

    Aktivitas-aktivitas yang memerlukan koordinasi mata dan tangan

    • Memaksa mata yang lemah untuk bekerja lebih keras saat mata yang lebih kuat ditutupi akan membuat perawatan pada anak Anda lebih efektif.
    • Libatkan anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas seni yang mencakup kegiatan mewarnai, mengecat, menghubungkan titik-titik, atau memotong dan mengelem.
    • Lihat gambar-gambar pada buku cerita anak-anak dan/atau membacalah dengan anak Anda.
    • Minta anak Anda berfokus pada detail-detail pada ilustrasinya atau membaca kata-kata pada ceritanya.
    • Ketahuilah bahwa tingkat persepsi kedalaman anak Anda akan berkurang karena penggunaan penutup mata, jadi permainan lempar tangkap mungkin akan sedikit sulit baginya.
    • Untuk anak-anak yang lebih besar, ada berbagai permainan video yang dikembangkan untuk membantu koordinasi mata mereka. Contohnya, pengembang perangkat lunak Ubisoft, yang telah bekerjasama dengan Universitas McGill dan Amblyotech untuk menghasilkan permainan-permainan seperti “Dig Rush” untuk mengatasi ambliopia. Tanyakan pada dokter mata Anda jika permainan ini bisa menjadi opsi bagi perawatan anak Anda.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s