10 Fakta Muntah Pada Bayi

10 Fakta Muntah Pada Bayi

10 Fakta Muntah Pada Bayi

  1. Muntah (gumoh)pada bayi bisa merupakan suatu kelainan, bisa juga tidak.
  2. Kelainan yang paling sering menyebabkan muntah pada bayi adalah refluks gastroesofagus (RGE), yaitu kembalinya isi lambung ke kerongkongan dan dapat terus keluar lewat mulut.. Kandungan isi lambung tersebut dapat berupa air liur, minuman/makanan, sekresi pancreas, dan sekresi cairan empedu.Gangguan ini seringkali berkaitan dengan 8maturitas saluran cerna pada bayindan sering te4jadi oada bayindengan riwayat alergi
  3. Gejala muntah pada bayi penderita alergi sering disebabkan karena alergi makanan dan dipicu oleh adanya infeksi virus seperti flu, badan hangat atau batuk pilek
  4. Regurgitasi terjadi pada hamper 70 persen bayi berusia 4 bulan dan 25 persen di antaranya merupakan masalah bagi orang tua.
  5. Sampai umur 1 tahun, RGE ini sebenarnya masih hal yang normal asalkan bayi tidak menolak minum susu dan berat badan bayi tetap naik.
  6. Bila berat badan bayi cenderung tidak naik barulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menilai derajat RGE tersebut dengan melakukan pH monitoring. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi muntahnya adalah dengan disendawakan sesudah minum, posisi bayi saat menetek sebaiknya setengah duduk jangan sambil tiduran, dan jangan terlalu banyak dimanipulasi setelah minum.
  7. Kelainan lain yang dapat menyebabkan muntah pada bayi adalah hypertrophic pyloric stenosis (HPS), suatu kelainan saluran pencernaan yang ditandai dengan menyempitnya saluran usus daerah pylorus akibat menebalnya otot dinding usus. Pylorus merupakan bagian dari usus 12 jari yang berbatasan langsung dengan lambung yang makanan atau minuman dari lambung akan masuk ke usus 12 jari secara bertahap. Karena adanya penebalan ini, makanan atau minuman akan terhalang masuk usus 12 jari. Akibatnya, makanan atau minuman akan dimuntahkan kembali.
  8. Gejala muntah pada HPS biasanya muncul pada usia 2-12 minggu.
  9. Jika orangtuanya mempunyai HPS, risiko anaknya akan mengalami HPS adalah sebesar 20 persen. Jika dokter mencurigai si kecil mengalami HPS akan dilakukan serangkaian pemeriksaan termasuk ultrasonografi (USG) perut.
  10. Kalau memang si kecil mengalami HPS, ia harus menjalani operasi kecil pada otot-otot pylorus yang disebut pyloromyotomi. Operasi ini dijalani dengan menyayat tetapi tidak sampai memotong otot pylorus yang menebal itu untuk melebarkan salurannya.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s