Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus Pada Anak

image

Glomerulonefritis merupakan penyakit ginjal dengan suatu inflamasi dan proliferasi sel glomerulus. Peradangan tersebut terutama disebabkan mekanisme imunologis yang menimbulkan kelainan patologis glomerulus dengan mekanisme yang masih belum jelas. Pada anak kebanyakan kasus glomerulonefritis akut adalah pasca infeksi, paling sering infeksi streptokokus beta hemolitikus grup A. Dari perkembangan teknik biopsi ginjal per-kutan, pemeriksaan dengan mikroskop elektron dan imunofluoresen serta pemeriksaan serologis, glomerulonefritis akut pasca streptokokus telah diketahui sebagai salah satu contoh dari penyakit kompleks imun. Penyakit ini merupakan contoh klasik sindroma nefritik akut dengan awitan grosshematuria, edema, hipertensi dan insufisiensi ginjal akut. Walaupun penyakit ini dapat sembuh sendiri dengan  kesembuhan yang sempurna, pada sebagian kecil kasus dapat terjadi gagal ginjal akut sehingga memerlukan pemantauan.

Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus (GNAPS) adalah suatu proses penyakit peradangan yang melibatkan sistem imun dan terutama mengenai glomerulus ginjal dengan penyebab Spesifik adalahStreptokokus beta hemolitikus Grup A Nefritogenik dan jarang disebabkan oleh streptokokus tipe lain. Proses peradangan dapat bersifat akut ataupun kronik, dan merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir (25%) dan tingginya angka morbiditas baik pada anak maupun dewasa. (1,2)  GNAPS biasanya didahului oleh infeksi saluran napas 1-2 minggu sebelumnya dengan masa inkubasi 1-5 hari atau infeksi kulit 2-4 minggu sebelumnya, dengan masa inkubasi 7-10 hari. Penyebab lain yang dapat menyebabkan terjadinya glomerulonefritis yaitu; non-grup A streptokokus, mycoplasma, staphylococcus, pneumococcus, salmonela, treponema palidum dan infeksi virus (Parvovirus, Hepatitis B, sitomegalovirus, influensa, MUMPS,campak)

GNAPS terutama menyerang anak pada masa awal usia sekolah (2-12 tahun), jarang dibawah usia 2 tahun (5%) dan 10% dapat terjadi pada dewasa. Perbandingan anak laki-laki dan perempuan adalah 2:1. Sebagian besar bersifat self limiting dengan kesembuhan sempurna dan hanya sebagian kecil yang mengalami perjalanan penyakit yang progresif cepat (5%) . Angka kematian sangat rendah pada anak (<1%), sedangkan pada dewasa meningkat (25%) dengan penyulit gagal jantung kongestif atau azotemia.

GNAPS datang dengan keluhan kencing berwarna merah kecoklatan atau keruh yang disebut sebagai hematuria, kadang disertai sembab mata atau sembab anasarka. Hipertensi sering dijumpai bahkan terlihat ensefalopati hipertensi (5%) yang ditunjukkan dengan adanya gejala klinis sakit kepala, muntah, letargik, disorientasi dan kejang. Oliguria serta anuria tidak jarang dikeluhkan,  Kadang datang dengan gejalagagal jantung kongestif atau sembab paru. Beberapa pasien menunjukkan gejala anemia. Anemia yang terjadi pada APSGN dapat disebabkan oleh karena delusional, dan akan membaik pada saat resolusi.

Pemeriksaan Penunjang GNAPS ; Pada urinalisis ditemukan proteinuria, hematuria, silinder eritrosit. Fungsi Ginjal kreatinin dan ureum umumnya meningkat. Antistreptolisin O (ASTO) meningkat pada 80% pasien  APSGN dengan faringitis dan meningkat 50% pada pasien APSGN dengan impetigo atau infeksi kulit. Penegakan bukti adanya infeksi grup A Streptokokal melakui pemeriksaan kultur usap tenggorok (positif pada 60-80% kasus), mempunyai sensitivitas dan spesifitas yang baik (90-95%). Komplemen C3 menurun pada 70% kasus, mulai minggu 1-2 fase akut (90%)

PENANGANAN

  • Umumnya bersifat suportif.
  • Tirah baring diperlukan pada anak yang tampak sakit, mengalami penurunan kesadaran, hipertensi atau edema.
  • Diet Nefritis diberikan terutama bila terdapat retensi cairan dan penurunan fungsi ginjal.
  • Medikamentosa golongan penisilin dapat diberikan untuk eradikasi kuman yaitu Amoksisilin 50 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis selama 10 hari. Jika anak alergi terhadap golongan penisilin dapat diberikan Eritromisin 30mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis.
  • Diuretik diberikan untuk mengatasi retensi cairan dan hipertensi.
  • Jika terdapat komplikasi seperti gagal ginjal, ensefalopati, gagal jantung, edema paru maka sesuaikan tatalaksana dengan komplikasi yang terjadi.

Pemantauan

  • Pada kasus berat, pemantauan secara ketat tanda vital diperlukan untuk kemajuan pengobatan. Fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) umumnya membaik dalam 1 minggu dan kembali normal selama 3-4 minggu.
  • Komplemen serum membaik dalam 6-8 minggu. Kelainan sedimen urin dapat menetap pada beberapa pasien selama berbulan atau bertahun. Selama komplemen C3 belum pulih dan masih terdapat hematuria mikroskopis maka pasien harus tetap dipantau untuk kemungkinan terjadinya Glomerulosklerosis dan Gagal Ginjal Kronik.

Pencegahan

  • Perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan bersih dengan sabun, merawat kebersihan kulit, segera mengobati infeksi kulit terutama yang disebabkan oleh Skabies.
  • Perlu dilakukan pemeriksaan adanya faktor risiko infeksi GNAPS terhadap siapa saja yang kontak dekatdengan pasien seperti tinggal serumah atau seasrama dalam jangka waktu 2 minggu sebelum onset penyakit.

www.jurnalpediatri.com

Provided By JURNAL PEDIATRI ONLINE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013. “Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life. In 1,000 days Your Children, You can change the future

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright ©2016, Jurnal Pediatri Online, Information Education Networking. All rights reserved

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s