Pemberian ASI Ibu Dengan Hepatitis B (HBsAg+)

Ibu Penderita Hepatitis B (HbsAg +)

Masih ada perbedaan pandangan mengenai penularan penyakit HIV/AIDS atau Hepatitis melalui ASI dari ibu penderita kepadabayinya.Ada yang berpendapat bahwa ibu penderita HIV/AIDS atau Hepatitis tidak diperkenankan untuk menyusui. Namun demikian,

WHO berpendapat: ibu penderita tetap dianjurkan memberikan ASI kepada bayinya dengan berbagai pertimbangan. Antara lain: alasan ekonomi, aspek kesehatan ibu.

ASI dan hepatitis B

Didapatkannya virus hepatitis B dalam jumlah kecil pada ASI menimbulkan pertanyaan tentang peran ASI tersebut dalam penularan hepatitis B. Untuk diketahui bahwa saat ini segala sesuatu keputusan terutama di bidang kedokteran didasarkan pada bukti ilmiah yang didapat dari penelitian-penelitian yang ada, bukan dari teori saja. Banyak penelitian tentang ASI dihubungkan dengan kejadian hepatitis B telah banyak dilakukan di dunia dan membuktikan bahwa ASI tidak meningkatkan risiko penularan hepatitis B. Berikut adalah penelitian di Taiwan yang mengikut sertakan 147 bayi baru lahir dari ibu pembawa virus hepatitis B yang kemudian terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah bayi-bayi yang minum ASI dan kelompok kedua adalah bayibayi yang minum susu formula. Hasilnya adalah bahwa ASI tidak terbukti meningkatkan risiko penularan hepatitis B terbukti dari tidak adanya perbedaan kejadian hepatitis B pada ke 2 kelompok. Dengan demikian tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI untuk bayinya bagi ibu penderita hepatitis B.

Pencegahan penularan VHB

Untuk mencegah penularan dari ibu pengidap hepatitis B ke bayi yang dilahirkan dan untuk mencegah terjadinya penularan horizontal berikutnya, disarankan untuk memberikan vaksin hepatitis B yang pertama segera setelah lahir (dalam 24 jam pertama) yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian yang ke 2 dan ke 3 seperti jadwal yang telah ditentukan. Dapat diberikan juga Imunoglobulin (antibodi) selain vaksin bagi yang mampu.

 Kesimpulan

  • Ibu penderita hepatitis B tetap memberikan ASI kepada bayinya dengan ketentuan mengikuti program Nasional yaitu memberikan vaksinasi hepatitis B kepada bayinya segera setelah lahir sebelum berusia 24 jam.
  • Pencegahan terjadinya luka pada puting sangat dianjurkan pada awal kehidupan bayi sehingga penularan dapat dicegah.
  • Bimbingan menyusui khususnya posisi menyusui yang baik dan pelekatan mulut bayi yang betul dapat mencegah terjadinya puting lecet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s