Cermati dan Hindari Imunisasi Pada Kondisi Tertentu

Cermati dan Hindari Imunisasi Pada Kondisi Tertentu

Bayi Prematur

  • Vaksinasi harus diberikan dan mulai pada usia kronologis serta sesuai jadwal untuanak cukup bulan.
  • Imunisasi hepatitis B diberikan bila berat badan mencapai 2000 gramatau lebih, tetapi bila ibu mempunyai B hepatitis surface antigen positif maka segeradiberikan vaksinasi hepatitis B dan imunoglobulin anti hepatitis B bersamaan dalamwaktu 12 jam tanpa mempertimbangkan berat badan bayi.

Penderita dengan daya tahan tubuh menurun atau Imunokompromais (infeksi HIV. penyakait kanker, anak kurang gizi berat) 

Pasien HIV mempunyai resiko lebih besar untuk mendapatkan infeksi sehinggadiperlukan imunisasi, walaupun respons terhadap imunisasi tidak akan optimal atau kurang.

Vaksin Kuman Mati

  • Vaksin pneumokok dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib) Penderita HIV mempunyai resiko untuk mendapatkan infeksi dengan kuman pneumokok dan H.influenza tipe B sehingga dianjurkan untuk diberikan secepatnya. Hanya 37%mempunyai kekebalan setelah vaksinasi dengan Haemophilus influenza tipe B sehinggadiperlukan vaksinasi ulangan..
  • Vaksin influenza Respons imun yang timbul oleh vaksin influenza adalah sel T dependent maka penderitaHIV yang lamjut tidak berguna diimunisasi dengan vaksin ini.
  • Vaksin toksoid tetanus, difteri dan polio virus mati (IPV) Respons imun yang dihasilkan akan sama dengan anak normal apabila diberikan padastadium dini walaupun terdapat vaksin difteri kurang sehingga diperlukan pemberianulangan terutama di daerah endemik atau bila penderita HIV berkunjung ke daerah yangendemis difteri.
  • Vaksin Hepatitis B Anak yang mendapat infeksi HIV dari ibu penderita HIV tidak akan mendapatkanrespons imun yang baik bila diberikan imunisasi hepatitis B tetapi bila belum terinfeksiHIV, dan mempunyai antibodi HIV akan berespons lebih baik terhadap vaksinasihepatitis B.

Vaksin Kuman Hidup

  • Vaksin campak Penderita HIV yang mendapat infeksi campak mempunyai prognosis buruk dan fatal.Respons imunisasi campakadalah baik bila diberikan di bawah umur 1 tahun, walaupunantibodi yang timbul cepat menghilang dan hanya 52% yang masih mempunyai efek antibodi setelah 1 tahun imunisasi sedangkan bila diberikan imunisasi efek samping tidak ada.
  • Vaksin Bacille Calmette-Guerin (BCG) Penderita HIV mempunyai resiko untuk mendapat infeksi tuberkulosis. Vaksinasi BCGdapat menimbulkan infeksi tuberkulosis di kemudian hari, sedangkan efek perlindunganvaksinasinya masih diragukan sehingga tidak dianjurkan untuk vaksinasi BCG terutamadi negara yang maju, sedangkan di negara yang masih tinggi insiden tuberkulosisnya,WHO menganjurkan untuk tetap diberikan vaksinasi BCG.
  • Vaksin Kum polio oral (OPV), vaksin varciella-zooster, yellow fever Tidak diperbolehkan untuk memberikan OPV, vaksin varciella dan yellow fever pada penderita HIV karena OPV dapat melumpuhkan.


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s