PENANGANAN DAN PENGOBATAN KEJANG DEMAM PADA ANAK

PENANGANAN UMUM KEJANG DEMAMwp-1449963220463.jpg

  • Jangan panik berlebihan.
  • Jangan masukkan sendok atau jari ke mulut.
  • Jangan memberi obat melalui mulut saat anak masih kejang atau masih belum sadar.
  • Letakkan anak dalam posisi miring, buka celananya kemudian berikan diazepam melalui anus dengan dosis yang Sama.
  • Bila masih kejang, diazepam dapat diulang lagi setelah 5 menit, sambil membawa anak ke rumah sakit.
  • Bila anak demam tinggi, usahakan untuk menurunkan suhu tubuh anak anda dengan mengkompres tubuh anak dengan air hangat atau air biasa, lalu berikan penurun demam bila ia sudah sadar.
  • Jangan mencoba untuk menahan gerakan-gerakan anak pada saat kejang, berusahalah untuk tetap tenang.
  • Kejang akan berhenti dengan sendirinya. Amati berapa lama anak anda kejang.
  • Ukurlah suhu tubuh anak anda pada saat itu, hal ini bisa menjadi pegangan anda untuk mengetahui pada suhu tubuh berapa anak anda akan mengalami kejang.
  • Hubungi petugas kesehatan jika kejang berlangsung lebih lama dari 10 menit.
  • Jika kejang telah berhenti, segeralah ke dokter untuk mencari penyebab dan mengobati demam.

PENANGANAN KEJANG DEMAM SAAT DI RUMAH SAKIT

  • Memastikan jalan napas anak tidak tersumbat
  • Pemberian oksigen melalui face mask
  • Pemberian diazepam 0,5 mg/kg berat badan per rektal (melalui anus) atau jika telah terpasang selang infus 0,2 mg/kg per infus
  • Pengawasan tanda-tanda depresi pernapasan
  • Sebagian sumber menganjurkan pemeriksaan kadar gula darah untuk meneliti kemungkinan hipoglikemia. Namun sumber lain hanya menganjurkan pemeriksaan ini pada anak yang mengalami kejang cukup lama atau keadaan pasca kejang (mengantuk, lemas) yang berkelanjutan .

Berikut adalah tabel dosis diazepam yang diberikan :

Terapi awal dengan diazepam

Usia

Dosis IV (infus)
(0.2mg/kg)

Dosis per rektal
(0.5mg/kg)

<>

1–2 mg

2.5–5 mg

1–5 tahun

3 mg

7.5 mg

5–10 tahun

5 mg

10 mg

> 10 years

5–10 mg

10–15 mg

Jika kejang masih berlanjut :

  • · Pemberian diazepam 0,2 mg/kg per infus diulangi. Jika belum terpasang selang infus, 0,5 mg/kg per rektal
  • · Pengawasan tanda-tanda depresi pernapasan

Jika kejang masih berlanjut :

  • Pemberian fenobarbital 20-30 mg/kg per infus dalam 30 menit atau fenitoin 15-20 mg/kg per infus dalam 30 menit.
  • Pemberian fenitoin hendaknya disertai dengan monitor EKG (rekam jantung).

Jika kejang masih berlanjut, diperlukan penanganan lebih lanjut di ruang perawatan intensif dengan thiopentone dan alat bantu pernapasan.wp-1449963220463.jpg

Pemberian obat-obatan jangka panjang untuk mencegah berulangnya kejang demam jarang sekali dibutuhkan dan hanya dapat diresepkan setelah pemeriksaan teliti oleh spesialis . Beberapa obat yang digunakan dalam penanganan jangka panjang adalah sebagai berikut.

  • Antipiretik Antipiretik tidak mencegah kejang demam . Penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan dalam pencegahan berulangnya kejang demam antara pemberian asetaminofen setiap 4 jam dengan pemberian asetaminofen secara sporadis. Demikian pula dengan ibuprofen.
  • Diazepam . Pemberian diazepam per oral atau per rektal secara intermiten (berkala) saat onset demam dapat merupakan pilihan pada anak dengan risiko tinggi berulangnya kejang demam yang berat . Edukasi orang tua merupakan syarat penting dalam pilihan ini. Efek samping yang dilaporkan antara lain ataksia (gerakan tak beraturan), letargi (lemas, sama sekali tidak aktif), dan rewel. Pemberian diazepam juga tidak selalu efektif karena kejang dapat terjadi pada onset demam sebelum diazepam sempat diberikan . Efek sedasi (menenangkan) diazepam juga dikhawatirkan dapat menutupi gejala yang lebih berbahaya, seperti infeksi sistem saraf pusat.
  • Profilaksis (obat pencegahan) berkelanjutan. Efektivitas profilaksis dengan fenobarbital hanya minimal, dan risiko efek sampingnya (hiperaktivitas, hipersensitivitas) melampaui keuntungan yang mungkin diperoleh . Profilaksis dengan carbamazepine atau fenitoin tidak terbukti efektif untuk mencegah berulangnya kejang demam. Asam valproat dapat mencegah berulangnya kejang demam, namun efek samping berupa hepatotoksisitas (kerusakan hati, terutama pada anak berusia
  • Dari berbagai penelitian tersebut, satu-satunya yang dapat dipertimbangkan sebagai profilaksis berulangnya kejang demam hanyalah pemberian diazepam secara berkala pada saat onset demam, dengan dibekali edukasi yang cukup pada orang tua. Dan tidak ada terapi yang dapat meniadakan risiko epilepsi di masa yang akan datang .

Pemberian obat anti kejang jangka panjang diberikan pada keadaan tertentu  seperti pada  kasus:

  1. Kejang demam berlangsung lama lebih dari 15 menit.
  2. Kejang demam hanya satu sisi tubuh, misalnya hanya kejang sebelah kiri.
  3. Anak juga mengalami kelainan saraf yang jelas, misalnya ada kelumpuhan.
  4. Indikasi yang tidak mutlak misalnya:
    1. Bila kejang demam pertama terjadi pada umur kurang dari 1 tahun.
    2. Bila kejang demam berulang, lebih dari satu kali dalam satu hari.

PENCEGAHAN KEJANG BERULANG

  • Paling baik memang apabila anak mengalami demam, lalu diberi obat untuk mencegah berulangnya kejang demam. Sayangnya tidak ada obat yang 100% dapat mencegah kejang demam bila diberikan saat anak mulai mengalami demam. Obat yang dapat digunakan adalah diazepam, yang dimakan selama demam, diberikan 3 kali sehari. Cara ini berhasil mengurangi risiko kejang demam sebanyak 20-44%.
  • Cara lain adalah memberikan diazepam melalui anus, saat anak mulai demam. Dosis diazepam adalah 5 mg untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dan 10 mg untuk anak dengan berat badan lebih dari 10 kg. Cara ini mungkin lebih efektif dibandingkan memberi diazepam yang dimakan.

 Referensi

  1. Baumann RJ. Technical Report: Treatment of the Child With Simple Febrile Seizures. Pediatrics 1999; 103:e 86
  2. Moyer VA. Evidence based management of seizures associated with fever. BMJ 2001;323:1111–4
  3. Committee on Quality Improvement and Subcommittee on Febrile Seizures. Practice Parameter: Long-term Treatment of the Child With Simple Febrile Seizures. Pediatrics 1999;103:1307-1309
  4. Provisional Committee on Quality Improvement, Subcommittee on Febrile Seizures. Practice parameter: The neurodiagnostic evaluation of the child with a first simple febrile seizure. AAP Policy 1996; 97:769-775 http://aappolicy.aappublications.org/cgi/content/abstract/pediatrics;97/5/769
  5. Acute Management of Infants and Children with Seizures. December 2004. www.health.nsw.gov.au/fcsd/rmc/cib/circulars/2004/cir2004-66.pdf

www.jurnalpediatri.com

Provided By JURNAL PEDIATRI ONLINE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013. “Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life. In 1,000 days Your Children, You can change the future

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright ©2016, Jurnal Pediatri Online, Information Education Networking. All rights reserved
Iklan

One response to “PENANGANAN DAN PENGOBATAN KEJANG DEMAM PADA ANAK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s