APAKAH IMUNISASI ITU ?

image

Selama dalam proses tumbuh kembang, anak memerlukan asupan gizi yang adekuat, penanaman nilai agama, budaya, pembiasaan dispiplin yang konsisten, serta upaya pencegahan penyakit. Salah satu upaya pencegahan penyakit, yaitu melalui pemberian imunisasi. Memberikan suntikan imunisasi pada bayi tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi. Imunisasi (atau “vaksinasi”) diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanak-kanak. Imunisasi biasanya diberikan selama waktu pemeriksaan rutin ke dokter atau klinik.

Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memeberikan imunitas (kekebalan).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan imunisasi: tanyakan pada orang tua tentaang:

  • status kesehatan sat ini
  • pengalaman/reaksi terhadap imunisasi yang pernah didapat
  • penyakit sekarang dan masa lalu jelaskan pada orang tua tentang penyakit yang dpat dicegah dngan imunisasi (PD3I) terlebih dahulu.
    catatan imunisasi yang lalu pemberian imunisasi harus didasari oleh adanya pemahaman yang baik dari orang tua tentang imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit

Kontraindikasi pemberian imunisasi:

  • Flu berat atau panas tinggi
  • Perubahan pada system imun yang tidak dapat menerima vaksin virus hidup
  • Sedang dalam pemberian obat-obatan yang menekan system imn (sitostatika, tranfusi darah, dan immunoglobulin)
  • Riwayat alergi terhadap pemberian vaksin sebelumnya seperti pertusis.

Keadaan-keadaan di mana imunisasi tidak dianjurkan :

  • BCG, tidak diberikan pada bayi yang menderita sakit kulit lama, sedang sakit TBC dan panas tinggi.
  • DPT, tidak diberikan bila bayi sedang sakit parah, panas tinggi dan kejang.
  • Polio, tidak diberikan bila diare dan sakit parah.
  • Campak, tidak diberikan bila bayi sakit mendadak dan panas tinggi.

JENIS IMUNITAS

Imunitas Aktif Imunitas aktif dapat terjadi apabila terjadi stimulus yang menghasilkan antibody dan kekebalan seluler, biasanya bertahan lebih lama disbanding kekebalan pasif
Ada 2 jenis kekebalan aktif, yaitu:

  • Kekebalan aktif didapat Yaitu kekebalan yang didapat secara alami (naturally acquired). Misalnya anak yang terkena difteri tau poliomyelitis dengan proses anak terkena infeksi kemudian terjadi silent abortive, sembuh, selanjutnya kebal terhadap penyakit tersebut.
  • Kekebalan aktif dibuat Yaitu kekebalan yang sengaja dibuat yang dikenal dengan imunisasi dasar dan ulangan (booster), berupa pemberian vaksin (kuman yang masih hidup namun dilemahkan). Vaksin tersebut akan berinteraksi dengan system kekebalan tubuh untuk menghasilkan respon imun. Hasil yang diproduksi akan sama dengan kekebalan seseorang yang mendapat penyakit btersebut secara alamiah.

Imunitas Pasif
Imunitas pasif adalah pemberian antibody yang berasal dari hewan atau manusia kepada manusia lain dengan tujuan memberi pelindungan terhadap penyakit infeksi yang bersifat sementara karena kadar antibody akan berkurang setelah beberapa minggu atau bulan.

Kekebalan pasif menurut terbentuknya:
a. Kekebalan pasif bawaan (passive congenital)
b. Pasif didapat (Passive Acquired)

Kekebalan pasif menurut lokalisasi dalam tubuh:
a. Imunitas humoral, Terdapat dalam imunoglobulin (Ig)
b. Imunitas seluler, Imunitas seluelr terdiri atas fagositosis oleh sel-sel retikuloendotelial.

 

www.jurnalpediatri.com

Provided By JURNAL PEDIATRI ONLINE Address: Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013. “Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life. In 1,000 days Your Children, You can change the future

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright ©2016, Jurnal Pediatri Online, Information Education Networking. All rights reserved
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s